Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ICDX Berencana Luncurkan Kontrak Baru Semester II/2018

Indonesia Commodity & Derivative Exchange atau ICDX berencana akan luncurkan sejumlah kontrak baru pada semester II/2018. Sejumlah kontrak baru tersebut diharapkan dapat menarik minat investasi dan meningkatkan pertumbuhan kontrak berjangka di Indonesia.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 14 Juli 2018  |  20:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia Commodity & Derivative Exchange atau ICDX berencana akan luncurkan sejumlah kontrak baru pada semester II/2018. Sejumlah kontrak baru tersebut diharapkan dapat menarik minat investasi dan meningkatkan pertumbuhan kontrak berjangka di Indonesia.

Chief Executive Officer ICDX Lamon Rutten mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera memulai sejumlah kontrak produk baru, tetapi masih menunggu perbaikan dan penyempurnaan sistem.

"Tahun ini bisa mulai dengan kontrak baru GOFX [Gold, Oil, Forex] pada Agustus, September atau Oktober mulai kontrak futures timah, baru setelah itu sebelum Desember mulai perdagangan kripto," ujar Lamon, dalam malam Halal Bi Halal ICDX, Jumat (13/7).

Untuk pembahasan kripto, Lamon mengatakan belum bisa mulai kontrak baru tanpa adanya pengembangan sistem baru.

Lamon juga mengungkapkan bahwa rencana penerbitan perdagangan mata uang kripto oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sudah 80% selesai.

"Kemungkinan rampung akhir bulan ini atau Agustus," lanjutnya.

Lamon mengharapkan tahun ini setelah mata uang kripto mulai diperdagangkan, akan menambah minat pada perdagangan dan investasi komoditas berjangka di Indonesia.

"Dari ICDX, tahun depan pengembangan perdagangan mata uang kripto akan diutamakan, bersama dengan forex dan kontrak baru lainnya," sambungnya.

Lamon mengharapkan seluruh sistem produk-produk tersebut dapat berfungsi baik dan dapat membuat lebih banyak orang yang semakin kenal dengan produk-produk tersebut.

"Banyak orang yg tidak mengerti bedanya bursa resmi dan pialang ilegal, itu jadi masalah besar di Indonesia. Lebih parah lagi iklannya lebih gencar dan menggunakan bahasa indonesia. Kita juga perlu mengedukasi supaya orang tahu bahayanya investasi di pialang ilegal dan lebih memilih investasi di pialang yg diregulasi."

Bappebti dan ICDX menyarankan untuk invetasi di pasar berjangka multilateral karena harga dan jenis produk di pasar tersebut ada tranparansi harga serta ada aturan yang aman dan jelas.

Terkait dengan kinerja ICDX pada semester I/2018, Lamon mengungkapkan bahwa data pada tahun ini lebih baik dari tahun lalu.

Untuk data pertumbuhan ICDX, Lamon belum berkenan menyebutkan angkanya karena data resminya memang belum dirilis. Dia menuturkan bahwa data kinerja tersebut masih harus dirapatkan lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa berjangka icdx
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top