Harga Batu Bara Patahkan Reli

Reli penguatan harga batu bara terpatahkan pada akhir perdagangan Kamis (12/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 13 Juli 2018 08:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Reli penguatan harga batu bara terpatahkan pada akhir perdagangan Kamis (12/7/2018).

Pada perdagangan Kamis, harga batu bara untuk kontrak Agustus 2018 di bursa komoditas Rotterdam ditutup merosot 1,42% atau 1,45 poin di posisi US$100,65/metrik ton.

Pelemahan harga batu bara kontrak Agustus 2018 pada perdagangan Kamis mematahkan reli penguatan yang berhasil dibukukan empat hari berturut-turut sebelumnya (lihat tabel).

"Harga batu bara bisa turun karena lonjakan output dan tingkat bakar pembangkit listrik di China dapat melemah sampai akhir tahun," ujar analis Jefferies termasuk Laban Yu dalam risetnya pada Rabu (11/ 7), seperti dikutip Bloomberg.

Persediaan di China telah menumpuk di pelabuhan dan utilitas, menandakan pertumbuhan pasokan yang melebihi permintaan saat konsumsi oleh pembangkit listrik tetap di atas level pada 2017.

Sementara itu, pada akhir perdagangan Kamis (12/7), harga minyak mentah global rebound dari pelemahan terburuk dalam lebih dari dua tahun, di tengah-tengah indikator yang berlawanan tentang apakah persediaan global akan melimpah atau justru menjadi langka.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak Brent untuk pengiriman September 2018 naik 1,43% atau 1,05 poin dan berakhir di US$74,45 per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$5,10 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Adapun harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Agustus 2018 turun 0,07% atau 0,05 poin dan berakhir di US$70,33 per barel di New York Mercantile Exchange, level terendah dalam dua pekan. Total volume diperdagangkan sekitar 26% di atas rata-rata 100 hari.

Dilansir dari Bloomberg, kapasitas produksi dunia dapat meregang hingga batasnya saat OPEC dan Rusia mengupayakan untuk menutup penurunan produksi di Venezuela dan Iran, seperti dikemukakan International Energy Agency (IEA).

Peringatan itu namun diredakan oleh upaya Libya untuk meningkatkan output di bidang-bidang yang dikosongkan oleh gejolak politik pada negara untuk cadangan minyak mentah terbesar di Afrika tersebut.

Sementara itu, kontrak Brent jangka panjang mengisyaratkan penyusutan permintaan. Premium dimana Brent diperdagangkan di atas kontrak bulan berikutnya menyempit menuju yang terkecil sejak Mei dan pada satu titik selama sesi benar-benar berubah negatif.

“Hubungan harga seperti itu mengirim sinyal buruk ke pasar bahwa Anda mendapat pasokan yang cukup bagus di depan kurva dan itu mungkin akan bertahan sebentar. Strukturnya sangat bearish,” kata Bob Yawger, director of futures di Mizuho Securities USA Inc., dikutip Bloomberg.

Pergerakan harga minyak Brent selanjutnya terpantau turun 0,12 poin ke level US$74,33 per barel pada pukul 07.44 WIB hari ini (Jumat, 13/7/2018), sedangkan WTI bergerak cenderung flat.

Pergerakan harga batu bara kontrak Agustus 2018 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

12 Juli

100,65

(-1,42%)

11 Juli

102,10

(+0,69%)

10 Juli

101,40

(+0,35%)

9 Juli

101,05

(+2,17%)

6 Juli

98,90

(-0,10%)

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top