IHSG Siap Catat Pekan Terbaik Sejak Desember 2016

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) konsisten bergerak positif hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (13/7/2018), siap menggenapi reli penguatannya untuk hari kelima berturut-turut.
Renat Sofie Andriani | 13 Juli 2018 12:49 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) konsisten bergerak positif hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (13/7/2018), siap menggenapi reli penguatannya untuk hari kelima berturut-turut.

IHSG menguat 0,67% atau 39,64 poin ke level 5.947,51 pada akhir sesi I, setelah dibuka naik tipis 0,01% atau 0,61 poin di level 5.908,48.

Pada perdagangan Kamis (12/7), IHSG sukses lanjut menguat dengan berakhir naik 0,25% di level 5.907,87, penguatan di hari keempat berturut-turut. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.908,48 – 5.961,34.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 221 saham menguat, 139 saham melemah, dan 237 saham stagnan dari 597 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG menetap di zona hijau dengan support utama sektor aneka industri (+1,37%) dan finansial (+1,03%). Adapun sektor infrastruktur dan properti masing-masing turun 0,55% dan 0,07%.

Dilansir Bloomberg, IHSG menguat untuk sesi perdagangan hari kelima berturut-turut sekaligus siap mencatatkan pekan terbaiknya sejak Desember 2016 saat investor asing mulai kembali masuk ke pasar saham Indonesia.

“Banyak investor mulai berpikir bahwa yang terburuk sudah berakhir untuk pasar saham Indonesia dan valuasi terlihat menarik,” ujar Taye Shim, kepala penelitian di Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Investor asing telah mencatatkan aksi beli bersih (net buy) pada perdagangan hari ketiga berturut-turut hingga Kamis (12/7). Sementara itu, pergerakan rupiah dan imbal hasil obligasi pemerintah yang mulai stabil juga memperkuat kepercayaan investor.

Nilai tukar rupiah terpantau menguat 25 poin atau 0,17% ke level Rp14.365 per dolar AS pada pukul 10.08 WIB. Rupiah mulai rebound saat dibuka terapresiasi 34 poin atau 0,24% di level Rp14.356 pagi tadi, setelah berakhir melemah tipis 5 poin atau 0,03% di level Rp14.390 pada perdagangan Kamis (12/7).

Rupiah siap mematahkan rangkaian pelemahannya dalam beberapa hari terakhir ditopang arus masuk asing ke dalam pasar obligasi dan saham, saat sentimen risiko membaik setelah Amerika Serikat (AS) dan China mengisyaratkan siap untuk membuka lagi negosiasi perdagangan.

“Untungnya bagi Indonesia, fundamental masih relatif baik. Bank sentral [Bank Indonesia] tentunya ahead of the curve dengan mengerek tingkat suku bunga sebesar 100 basis poin dalam waktu sekitar enam pekan,” tutur Divya Devesh, Asia FX strategist di Standard Chartered Bank, seperti dilansir Bloomberg.

Nanang Hendarsah, Direktur Eksekutif di Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, pada Kamis (12/7) mengatakan, BI akan melanjutkan intervensi ganda pada pasar valas dan obligasi demi menjaga stabilitas rupiah.

Bersama IHSG, indeks saham lain di Asia Tenggara juga menguat siang ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI (+0,74%), FTSE Straits Times Singapura (+0,26%), indeks SE Thailand (+0,28%), dan indeks PSEi Filipina (+0,44%).

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 1,41% dan 2,23%. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 1%, dan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,56%.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top