Harga Batu Bara Kukuhkan Reli Bersama Minyak

Reli harga batu bara belum terpatahkan juga hingga akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, Rabu (27/6/2018).
Renat Sofie Andriani | 28 Juni 2018 07:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Reli harga batu bara belum terpatahkan juga hingga akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, Rabu (27/6/2018).

Pada perdagangan Rabu, harga batu bara untuk kontrak Agustus 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 1,32% atau 1,25 poin di posisi US$96,30/metrik ton.

Harga batu bara kontrak Agustus 2018 telah menguat sebesar 2,95 poin sejak terakhir ditutup melemah 2,35% atau 2,25 poin di posisi 93,35 pada perdagangan Kamis (21/6/2018). Adapun pada perdagangan Selasa (26/7), harga batu bara kontrak Agustus 2018 berakhir naik 0,26% atau 0,25 poin di US$95,05.

Sejalan dengan batu hitam, harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2014 pada perdagangan Rabu (27/6), setelah stok minyak mentah AS mencatat penurunan tertajam dalam hampir dua tahun terakhir.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus menguat 3,2% atau US$2,23 dan ditutup pada US$72,76 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun minyak Brent berjangka untuk kontrak Agustus menguat US$1,31 dan berakhir pada US$77,62 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

Dilansir Bloomberg, Energy Information Administration (EIA) menyatakan persediaan minyak mentah AS turun 9,89 juta barel pekan lalu, karena kilang-kilang mendorong tingkat pengolahan minyak mentah dan ekspor ke rekor tertinggi.

Sementara itu, minyak mentah yang disimpan di jaringan pipa utama di Cushing, Oklahoma, menyusut selama enam pekan berturut-turut.

Harga telah menguat setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump berusaha menghalangi pembelian minyak dari Iran, produsen minyak mentah terbesar ketiga OPEC. Upaya untuk mengisolasi dan menggoyahkan Iran membayangi rencana Arab Saudi untuk menaikkan output minyak.

"Jelas, ini penurunan cadangan AS yang sangat bullish, didorong oleh rekor ekspor minyak mentah dan tingkat pengolahan kilang,” kata Nick Holmes, analis di Tortoise, seperti dikutip Bloomberg.

Risiko mengenai pasokan mulai dari Iran hingga Venezuela telah mendorong pasar minyak mentah, bahkan ketika Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan rekannya seperti Rusia berjanji untuk memperlonggar batas produksi.

Seperti diketahui, harga batu bara bisa mengikuti gerak minyak mengingat dampaknya pada biaya produksi dan pengangkutan serta pengaruh terhadap sentimen secara keseluruhan dalam pasar energi.

Pergerakan harga batu bara kontrak Agustus 2018 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

27 Juni

96,30

(+1,32%)

26 Juni

95,05

(+0,26%)

25 Juni

94,80          

(+1,39%)

22 Juni

93,50

(+0,16%)

21 Juni

93,35

(-2,35%)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top