Kemendag China Kritik Sikap AS, Indeks Shanghai Melorot ke Level Terendah

Dua indeks saham utama China tergelincir dan turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (21/6/2018), seiring berlanjutnya kekhawatiran seputar perselisihan dagang antara negeri Tirai Bambu dan Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani | 21 Juni 2018 16:53 WIB
Bursa China - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Dua indeks saham utama China tergelincir dan turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (21/6/2018), seiring berlanjutnya kekhawatiran seputar perselisihan dagang antara negeri Tirai Bambu dan Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Shanghai Composite ditutup melorot 1,37% atau 39,92 poin di level 2.875,81, level terendah dalam dua tahun, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,13% atau 3,73 poin di posisi 2.912.

Di sisi lain, indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip berakhir melorot 1,17% atau 42,48 poin di level 3.592,97, setelah dibuka turun 0,05% atau 1,89 poin di posisi 3.633,56.

Padahal, indeks Shanghai dan CSI 300 mampu bersama membukukan rebound pada akhir perdagangan Rabu (20/6), sekaligus mematahkan rentetan koreksi empat sesi perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Dilansir dari Reuters, Kementerian Perdagangan China menuduh sikap Amerika Serikat "berubah-ubah" atas masalah perdagangan bilateral dan memperingatkan bahwa kepentingan para pekerja dan petani AS akan dirugikan akibat sikap pemerintah negara itu yang semena-mena.

“Meski negosiasi perdagangan sebelumnya dengan Amerika Serikat sangat konstruktif, tapi karena sikap pemerintah AS yang tidak dapat diprediksi maka Beijing harus mengambil sikap lebih tegas,” ujar Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, Gao Feng.

Gao menyesalkan sikap AS yang tidak konsisten sehingga meningkatkan ketegangan selain memprovokasi perang dagang. Menurutnya, AS cenderung semena-mena dalam bernegosiasi, namun pendekatan itu tidak berlaku untuk China.

Di samping itu, kekhawatiran likuiditas juga menambah tekanan terhadap pasar saham, dengan kekhawatiran yang sedang berlangsung bahwa listing beberapa raksasa teknologi dapat melemahkan likuiditas yang sudah ketat di pasar.

Saham platform biotek-riset yang baru terdaftar WuXi AppTec merosot 9,5%, performa harian terburuknya sejak debutnya di Shanghai, sedangkan saham Foxconn Industrial Internet ditutup turun 8,5%, merosot lebih dari 30% dari puncaknya yakni 26,36 yuan per saham hanya sepekan yang lalu.

Sejalan dengan bursa China, indeks Hang Seng Hong Kong berakhir melemah 1,35% di level 29.296,05, setelah mampu membukukan rebound pada perdagangan Rabu (20/6). 

Tag : bursa china
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top