BURSA AS: Nasdaq Catat Rekor, Dow Jones Masih Terbebani Isu Dagang

Indeks Nasdaq Composite di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berhasil membukukan rekor pada akhir perdagangan Rabu (20/6/2018), sementara Dow Jones dan S&P 500 masih terkukung di tengah kekhawatiran atas perselisihan perdagangan antara AS dan China.
Renat Sofie Andriani | 21 Juni 2018 06:02 WIB
Bursa AS - Reuters/Carlo Allegri

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Nasdaq Composite di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berhasil membukukan rekor pada akhir perdagangan Rabu (20/6/2018) atau Kamis pagi WIB, sementara Dow Jones dan S&P 500 masih terkukung di tengah kekhawatiran pasar terkait perselisihan perdagangan antara AS dan China.

Dilansir dari Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,17% atau 42,41 poin di level 24.657,8 dan indeks S&P 500 naik tipis 0,17% atau 4,73 poin di 2.767,32.

Adapun indeks Nasdaq Composite berakhir menguat 0,72% atau 55,93 poin di level 7.781,52, didongkrak penguatan sejumlah perusahaan teknologi.

Meski tipis, indeks S&P 500 mampu mematahkan penurunan beruntun selama tiga sesi perdagangan, ditopang penguatan pada saham media yang membantu membawa sektor consumer discretionary naik 0,5%.

Saham Twenty-First Century Fox Inc. menguat 7,5%/ Walt Disney Co. naik 1%, mempermanis tawarannya untuk beberapa aset perusahaan menjadi US$71,3 miliar.

Sejumlah saham teknologi yang tergabung dalam kelompok “FAANG” seperti Facebook Inc., juga menguat, sebesar 2,3%, diikuti saham Alphabet yang naik 0,5% dan Amazon.com Inc yang naik 0,9%.

Saham perusahaan-perusahaan tersebut relatif tidak terpengaruh oleh kekhawatiran atas isu perdagangan. Sektor teknologi pada S&P pun naik 0,3%.

“Sebagian mungkin karena pelaku pasar menjual saham selama beberapa hari terakhir saat mereka melihat prioritas tarif [AS dan China],” kata JJ Kinahan, chief market strategist di TD Ameritrade. “Saham FAANG secara umum tampaknya merupakan titik yang benar-benar digali.”

Di sisi lain, saham Boeing Co. yang telah terdampak isu perdagangan, naik 0,5% setelah enam penurunan berturut-turut serta menahan pergerakan Dow Jones. Produsen pesawat ini sedang mempertimbangkan rencana jet pasar menengah baru yang bisa masuk layanan pada 2025.

Pasar tergelincir pada perdagangan Selasa (19/6/2018) setelah ancaman tarif impor terbaru oleh Presiden AS Donald Trump terhadap barang-barang China. Dia 'membunyikan alarm' petanda sinyal meningkatnya perselisihan perdagangan antara AS dan China.

Pemerintah AS juga mendapat kecaman dari negara lain untuk tindakan proteksionisnya. Uni Eropa akan mulai mengenakan bea impor sebesar 25% pada berbagai produk AS mulai Jumat, setelah pemerintah AS memberlakukan tarif atas baja dan aluminium UE pada awal Juni.

 

Tag : bursa as, wall street
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top