Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Penjualan Surya Toto Indonesia (TOTO) Tahun Ini Bakal Terkerek

Emiten produsen produk sanitary, fittings, dan kitchen systems PT Surya Toto Indonesia Tbk. optimistis dengan kinerja penjualan perseroan pada tahun ini, merujuk pada proyeksi pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah mencapai 5,3%5,4% pada tahun ini.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 03 Juni 2018  |  16:35 WIB
Ini Alasan Penjualan Surya Toto Indonesia (TOTO) Tahun Ini Bakal Terkerek
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen produk sanitary, fittings, dan kitchen systems PT Surya Toto Indonesia Tbk. optimistis dengan kinerja penjualan perseroan pada tahun ini, merujuk pada proyeksi pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah mencapai 5,3%—5,4% pada tahun ini.

Direktur Surya Toto Indonesia Setia Budi Purwadi mengungkapkan bahwa dalam 2 tahun terakhir, penjualan emiten dengan kode saham TOTO tersebut terbilang lesu, terdampak dari pertumbuhan ekonomi nasional yang tidak seagresif tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini target pemerintah bisa mencapai [pertumbuhan ekonomi] 5,4%, sehingga kami expect ada kontribusi lebih besar dari [asar lokal, penjualan terangkat dari pasar properti domestik,” ungkap Budi di Jakarta akhir pekan lalu.

Budi menjelaskan daya beli masyarakat sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi domestik. Dengan sejumlah agenda nasional pada tahun ini, produsen sanitary, fittings, dan kitchen systems dengan merek TOTO tersebut optimistis penjualan dapat lebih baik dari tahun lalu.

Berdasaran laporan keuangan perseroan, pada 2017 TOTO berhasil membukuan penjualan sebesar Rp2,17 triliun, meningkat 4,97% dari capaian 2016 yang sebesar Rp2,07 triliun. Pada 2017, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp278,94 miliar, atau meningkat 65,48%.

Dalam kondisi pasar yang agresif, Budi menyampaikan pertumbuhan penjualan perseroan dapat mencapai dua digit, atau pada kisaran 15%.

Adapun, pada tahun ini perseroan menargetkan pendapatan Rp2,3 triliun atau meningkat 6% dari 2017, sedangkan target laba bersih 2018 yaitu Rp322 miliar, atau meningkat 15,4% dibandingkan capaian perseroan selama 2017.

Dari dokumen yang dipublikasikan perseroan, kontributor perjualan terbesar perseroan adalah dari segmen fittings yang pada 2017 mencapai Rp1,11 triliun atau 51,2% dari total penjualan perseroan, sedangkan kontribusi terbesar kedua adalah segmen sanitary wares yang mencapai 44,5% dari total pendapatan perseroan atau sebesar Rp966,67 juta.

Selain itu, penjualan domestik mendominasi dengan porsi 74,5% pada 2017 atau mencapai Rp1,62 triliun, sedangan sisanya sebesar 25,5% atau Rp554,21 miliar merupakan pemasukan dari produk yang diekspor.

Pada awal tahun ini, Budi menyampaikan nilai ekspor perseroan menurun, dikarenakan pemulihan ekonomi global yang belum sepenuhnya berjalan. Penurunan permintaan terjadi di beberapa negara, terutama dari pasar Uni Eropa.

“Pemulihan ekonomi yang berjalan baik hanya di Asean dan China. Namun kami mendapatkan kenaikan permintaan dari China. China tidak dapat memproduksi lebih banyak karena keterbatasan regulasi sehingga ambil dari Toto Indonesia. Permintaan ini kita harap dapat menopang penjualan I semester kedua 2018,” ungkap Setia.

Perseroan mengekspor 24%—26% produknya ke beberapa negara, dengan pengapalan terbesar ditujukan ke Amerika Serikat, Malaysia, Vietnam, Qatar, dan India.

Adapun, TOTO baru saja mengoperasikan pabrik barunya di Gresik, Jawa Timur, dengan kapasitas total 350.000 unit per tahun. Pabrik baru ini diharapkan dapat menjadi andalan perseroan untuk memenuhi permintaan dari Indonesia Timur.

Pabrik tersebut merupakan pabrik kedua TOTO setelah pabrik di Tangerang yang kapasitasnya mencapai 7x350.000 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surya toto indonesia
Editor : Riendy Astria
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top