Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gejolak Global Tak Pengaruhi Rencana Penerbitan Samurai Bond

Bisnis.com, JAKARTA Kementerian Keuangan memastikan masih akan menerbitkan SUN dalam denominasi valuta asing dengan mata uang yen yakni Samurai Bond meski gejolak global yang terjadi.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 23 Mei 2018  |  15:49 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan memastikan masih akan menerbitkan SUN dalam denominasi valuta asing dengan mata uang yen yakni Samurai Bond meski gejolak global yang terjadi.

Direktur SUN Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting mengatakan, sesuai dengan rencana pemerintah masih akan merilis sebelum semester II/2018.

Namun, hingga saat ini dirinya belum bisa menggambarkan lebih jauh terkait target dan kepastian waktunya.

"Penerbitan Samurai masih sesuai rencana yakni semester I ini, memang proses seperti itu pasar samurai perlu waktu. Nanti, kalau sudah selesai pricing baru dirilis," katanya, Rabu (23/5/2018).

Pada sisi lain, Loto menilai sesuai dengan pengalaman menarik utang valas dengan mata uang yen sejauh ini dipastikan aman. Hal ini meski ada volatilitas pasar keuangan global yang terjadi.

Loto mengklaim dampak pada Samurai Bond biasanya relatif minimal. Hal ini juga jika dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Eropa karena memang umumnya dipegang hold anti maturity.

"Jadi kalo untuk global bond, dolar dan euro tradingnya cukup aktif sehingga kalo ada volatiliitas relatif cukup berdampak tidak seperti yen," ujarnya.

Sementara itu, tahun ini pemerintah menargetkan dana valas mencapai US$10,5 miliar hingga US$10,8 miliar. Sampai saat ini, total utang yang dapat ditarik mencapai 65%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

samurai bonds
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top