First Media (KBLV) Anggarkan Capex Rp350 Miliar

Emiten penyedia layanan telekomunikasi dan triple play, PT First Media Tbk. menganggarkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) konsolidasi sebesar Rp250 miliar-Rp350 miliar sepanjang tahun ini.
Dara Aziliya | 20 April 2018 20:59 WIB
Ilustrasi - firstmedia.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten penyedia layanan telekomunikasi dan triple play, PT First Media Tbk. menganggarkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) konsolidasi sebesar Rp250 miliar-Rp350 miliar sepanjang tahun ini. Sebagian besar capex tersebut akan digunakan untuk optimalisasi bisnis perseroan.

Chief Financial Officer First Media, Timotius M. Sulaiman mengungkapkan alokasi tersebut tidak meningkat jauh dari realisasi belanja perseroan pada tahun lalu yang sebesar Rp200 miliar. Adapun, alokasi capex akan berasal dari beberapa sumber pendanaan.

"Dana tersebut akan berasal dari vendor financing dan pinjaman bank. Komposisinya kami belum bisa sampaikan. Untuk capex, kami biasanya ajukan pinjaman dari bank lokal karena untuk pembayaran equipment dan segala macam, akan menggunakan rupiah," ungkap Timotius dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (20/4).

Timotius menyampaikan pada tahun ini perseroan tidak akan banyak melakukan ekspansi, namun akan fokus memperluat bisnis yang sudah ada yaitu Bolt dan jasa pemasangan jaringan kabel gedung. Dengan langkah efisiensi, perseroan menargetkan pendapatan pada tahun ini dapat tumbuh pada kisaran 10%-11%.

Dia menjelaskan dalam 3 tahun--4 tahun terakhir, entitas anak yang mengelola penyedia layanan internet dengan merek Bolt yaitu PT Internux, telah melakukan ekspansi secara masif sehingga juga terus mencatatkan kerugian. First Media menargetkan Internux dapat membukukan laba pada 2019 mendatang.

"Tahun ini kami akan efisiensi untuk menekan biaya-biaya yang tahun-tahun sebelumnya sudah dikeluarkan, sehingga dampaknya diharapkan bisa memperkecil kerugian. Kami akan genjot revenue dari anak-anak perusahaan," ungkap Timotius.

Salah satu upaya penguatan yang akan ditempuh emiten dengan kode saham KBLV tersebut yaitu jaringan Bolt di wilayah Sumatra Utara yang termausk pada Zona 1. Internux telah memiliki izin operasional di Zona 1 dan Zona 4, namun selama ini masih memaksimalkan jaringan pada Zona 4 yaitu Jabodetabek dan Banten.

Tag : first media
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top