Dua Emiten Tambang Ini Dorong Penguatan JII Akhir Sesi I

Pergerakan indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (19/4/2018), dengan penguatan saham emiten pertambangan sebagai pendorong utama.
Renat Sofie Andriani | 19 April 2018 13:29 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (19/4/2018), dengan penguatan saham emiten pertambangan sebagai pendorong utama.

JII menguat 0,34% atau 2,48 poin ke level 731,96 di jeda siang, setelah sempat tergelincir ke zona merah saat dibuka turun 0,08% atau 0,59 poin di posisi 728,89. Pada perdagangan Rabu (18/4), JII berakhir menguat 0,20% atau 1,45 poin di level 729,48.

Sepanjang perdagangan hingga akhir sesi I hari ini, indeks syariah bergerak di kisaran 728,08-732,66. Sebanyak 17 saham menguat, 5 saham melemah, dan 8 saham stagnan dari 30 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang melonjak 8,58% menjadi pendorong utama pergerakan JII siang ini, diikuti saham PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yang menguat 3,33%.

Sejalan dengan JII, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, di tengah penguatan bursa Asia.

IHSG menguat 0,22% atau 13,84 poin ke level 6.333,85 di akhir sesi I, setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,02% atau 1,22 poin di level 6.321,22.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 6.319,58 – 6.336,93. Sebanyak 196 saham menguat, 128 saham melemah, dan 251 saham stagnan dari 575 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang melonjak 8,58% menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG di akhir sesi I, diikuti saham BBCA (+0,44%) dan ADRO (+3,33%).

Saham-saham indeks syariah yang menguat siang ini:

INCO

+8,58%

ADRO

+3,33%

ASII

+0,66%

UNVR

+0,39%

Saham-saham indeks syariah yang melemah siang ini:

PTBA

-6,03%

UNTR

-1,49%

ICBP

-1,20%

SMGR

-0,50%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, indeks syariah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top