Emiten Perkebunan Yakin Produksi CPO Tumbuh

Sejumlah emiten perkebunan optimistis volume produksi minyak kelapa sawit atau CPO dapat bertumbuh pada tahun ini setelah menimbang realisasi kinerja kuartal I/2018.
Hafiyyan | 19 April 2018 12:19 WIB
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTASejumlah emiten perkebunan optimistis volume produksi minyak kelapa sawit atau CPO dapat bertumbuh pada tahun ini setelah menimbang realisasi kinerja kuartal I/2018.

Corporate Secretary PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) Swasti Kartikaningtyas menyampaikan, pada kuartal I/2018 perusahaan merealisasikan produksi tandan buah segar (TBS) sejumlah 328.350 ton. Volume itu meningkat 20,44% year-on-year (yoy) dari kuartal I/2017 sebesar 272.614 ton.

"Alhamdulillah sampai akhir Maret 2018 produksi kita 8% di atas target kuartalan," tuturnya kepada Bisnis, Senin (17/4/2018).

Sampai akhir 2018, SSMS menargetkan produksi TBS naik % yoy menjadi 1,72 juta ton dari sebelumnya 1,48 juta ton. Perinciannya, TBS inti berkontribusi 1,42 juta ton dan TBS eksternal 300.000 ton.

Swasti menyampaikan, pada tahun ini perusahaan pun akan meningkatkan Oil Extraction Rendement (OER) menjadi 23,30% dari sebelumnya 23,03%. OER atau tingkat rendemen adalah perbandingan jumlah CPO yang diproduksi dalam setiap kilo gram TBS.

 

Sementara itu, Head of Investor Relations PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) Michael Kesuma menyampaikan, perusahaan masih dalam proses menyusun realisasi kinerja operasional kuartal I/2018. Namun, dapat dipastikan hasilnya menurun dibandingkan kuartal I/2017.

"Kuartal I/2017 masih dapat berkah dari panen raya kuartal IV/2016, ketika El Nino benar-benar berakhir. Nah, siklus produksi kembali menurun pada akhir 2017 dan berlanjut sampai awal 2018," paparnya.

Pada kuartal I/2017, volume produksi CPO SGRO mencapai 83.866 ton, tumbuh 31,70% yoy. Namun, sampai akhir 2017 perusahaan menghasilkan 322.761 ton CPO, dengan peningkatan menjadi 8,42% yoy.

Menurut Michael, kinerja operasional mulai pulih pada kuartal II/2018 dan menanjak signifikan setelah Lebaran. Pada Juni 2018, perusahaan akan mengoperasikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) baru berkapasitas 30 ton per jam.

Adanya fasilitas baru menggenapkan pabrik perseroan menjadi 8 PKS dengan kapasitas total 515 ton per jam. Oleh karena itu, SGRO menargetkan produksi CPO pada 2018 tumbuh 15%--20% yoy menjadi 317.175 ton--387.313 ton.

Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) Santoso menyampaikan, pada kuartal I/2018 pendapatan perusahaan diperkirakan menurun secara yoy akibat merosotnya produksi dan harga pada Januari—Februari 2018. Untungnya, pada Maret 2018 harga dan volume produksi mulai meningkat,

“Kami harapkan peningkatan ini akan berlanjut. Pada 2017 siklusnya [produksi] tinggi di kuartal pertama, kemudian turun terus sampai awal 2018. Harapannya mulai Maret 2018 tren meningkat sampai akhir tahun,” paparnya.

Menurutnya, fluktuasi harga CPO turut memengaruhi kinerja operasional. Oleh karena itu, agak sulit memprediksi kinerja keuangan seperti pendapatan dan laba bersih.

Dia pun memperkirakan volume produksi CPO perusahaan pada 2018 sama atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2017, perusahaan menghasilkan TBS sejumlah 5,22 juta ton, naik 7,18% yoy. Adapun, produksi CPO meningkat 4,91% yoy menuju 1,63 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emiten sawit, emiten perkebunan

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top