Yen Menguat Jelang Pertemuan Abe-Trump, Indeks Topix Melemah

Indeks Topix ditutup melemah 0,36% atau 6,24 poin ke level 1.729,98, sedangkan indeks Nikkei 225 ditutup menguat tipis 0,06% atau 12,06 poin ke level 21.847,59.
Aprianto Cahyo Nugroho | 17 April 2018 15:57 WIB
Bursa Topix Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Topix Jepang menghentikan reli dua hari berturut-turut pada perdagangan hari ini Selasa (17/4/2018) setelah yen tetap menguat terhadap dolar AS menjelang pertemuan yang sangat diantisipasi antara Perdana Menteri Shinzo Abe dan Presiden AS Donald Trump.

Indeks Topix ditutup melemah 0,36% atau 6,24 poin ke level 1.729,98, sedangkan indeks Nikkei 225 ditutup menguat tipis 0,06% atau 12,06 poin ke level 21.847,59.

Sektor perbankan dan emiten produsen merosot setelah yen menguat 0,2% terhadap dolar AS pada perdagangan Senin. Sementara itu, Trump mengatakan di Twitter bahwa China dan Rusia memainkan apa yang disebutnya sebagai "permainan devaluasi mata uang" dan hal tersebut tidak dapat diterima.

Trump dijadwalkan akan bertemu dengan PM Abe minggu ini untuk membahas Korea Utara dan keputusan AS untuk memungut tarif pada ekspor baja dan aluminium dari Jepang.

"Investor harus berhati-hati terhadap kemungkinan Trump bertindak dalam upaya untuk mengajukan banding kepada pemilih menjelang pemilihan paruh waktu," kata Kenichiro Tani, kepala pusat penelitian investasi di Japan Asia Securities Co di Tokyo, seperti dikutip Bloomberg.

"Jika dia bersikeras untuk mengurangi surplus perdagangan Jepang terhadap AS, itu akan menimbulkan risiko bagi saham dengan mendorong yen,” lanjutnya.

Produsen obat-obatan juga menekan indeks Topix. Saham Ono Pharmaceutical Co paling menekan indeks setelah rilis data yang menunjukkan competitor perusahaan, Merck & Co., memenangkan persaingan untuk mendominasi pasar obat kanker paru-paru generasi terbaru..

Di sisi lain, indeks Nikkei 225 masih mampu menguat, didorong oleh penguatan saham Fast Retailing Co dan FamilyMart UNY Holdings Co. Volatilitas indeks Nikkei turun untuk hari ketujuh berturut-turut, mencapai level terendah sejak Januari.

"Pasar ingin melihat apa yang dibicarakan kedua orang itu (Abe dan Trump). Banyak investor yang mengambil sikap wait and see," ungkap Toshihiko Matsuno, yang bekerja dalam riset investasi dan layanan investor di SMBC Nikko Securities Inc.

Tag : bursa jepang
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top