Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan Harga Jual Bakal Kerek Laba SLJ Global (SULI) Tahun Ini

Kenaikan harga log dan plywood yang terjadi sejak kuartal IV tahun lalu diyakini akan memberikan angin segar bagi kinerja emiten industri kayu dan pembangkit listrik, PT SLJ Global Tbk. pada tahun ini.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 02 April 2018  |  20:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kenaikan harga log dan plywood yang terjadi sejak kuartal IV tahun lalu diyakini akan memberikan angin segar bagi kinerja emiten industri kayu dan pembangkit listrik, PT SLJ Global Tbk. pada tahun ini.

Dengan lonjakan laba bersih hingga 250% pada tahun lalu, manajemen emiten dengan kode saham SULI tersebut meyakini pertumbuhan laba pada tahun ini akan lebih tinggi, didukung oleh upaya peningkatan kapasitas pabrik dan memperluas pasar ekspor.

Wakil Presiden Direktur PT SLJ Global Tbk. David mengungkapkan bahwa saat ini kapasitas produksi kayu lapis perseroan mencapai 180.000 meter kubik per tahun. Pada 2017, produksi kayu lapir justru mengalami penurunan.

“Tahun lalu kondisi pasar memang kurang baik, dengan tiga kuartal pertama itu harga jual sangat jelek. Hal itu dikarenakan harga bahan baku bergerak naik karena cuaca buruk, tapi harga jual produknya justru rendah,” ungkap David pada Bisnis.com, Senin (2/4/2018).

David mengungkapkan, setelah berhasil memproduksi 120.000 meter kubik kayu lapis pada 2016, produksi perseroan pada 2017 turun ke 100.000 meter kubik. Tahun ini, perseroan menargetkan produksi plywood mencapai 160.000 meter kubik.

David mengungkapkan sepanjang tiga kuartal pertama tahun lalu, harga jual produk baik kayu bulat (log) maupun kayu lapis cenderung rendah, namun harga mulai merangkak naik pada kuartal IV 2018 dan terus meningkat hingga saat ini.

Berdasarkan data perseroan, harga kayu lapis per meter kubik pada pertengahan tahun lalu yaitu sekitar US$600. Untuk pengiriman hingga Juni 2018, perseroan saat ini memegang kontrak penjualan mencapai US$825 per meter kubik plywood.

David enggan membeberkan secara spesifik berap atarget topline dan bottomline perseroan, namun SULI berharap sentiment positif dari kenaikan harga jual kayu bulat dan kayu lapis dapat kian meningkatkan laba bersih perseroan.

“Kami harap kondisi saat ini jadi momentum bagus sehingga kami targetkan produksi dapat pulih ke level 160.000 meter kubik,” ungkap David.

Adapun, PT SLJ Global Tbk., (SULI) membukukan laba bersih senilai US$1,35 juta pada 2017, naik 250,54% dibandingkan tahun sebelumnya

Direksi SULI menyampaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$1,35 juta. Nilai itu melonjak 250,54% yoy dari sebelumnya US$384.284.

Padahal, pendapatan usaha perseroan pada 2017 menurun 10,58% yoy menuju US$65,92 juta dari sebelumnya US$73,72 juta. Beban pokok pendapatan usaha juga berkurang menjadi US$58,77 juta dari 2016 senilai US$60,67 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

slj global
Editor : Riendy Astria

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top