Adaro Energy (ADRO) Siap Bangun PLTU di Sejumlah Negara Asean

Emiten energi terintegrasi PT Adaro Energy Tbk., (ADRO) berencana melakukan ekspansi 2-3 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ke sejumlah negara di Asia Tenggara.
Hafiyyan | 20 Maret 2018 20:13 WIB
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Padang, Sumatra Barat, Minggu (23/7). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA-Emiten energi terintegrasi PT Adaro Energy Tbk., (ADRO) berencana melakukan ekspansi 2-3 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ke sejumlah negara di Asia Tenggara.

Presiden Direktur & Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan, perusahaan berencana mengembangkan proyek PLTU di sejumlah negara Asean seperti Vietnam, Kamboja, dan Myanmar. Dalam pengerjaannya, Adaro akan bekerja sama dengan perusahaan mitra dari Jepang, Korea Selatan, atau Thailand.

"Saat ini, pembicaraan yang paling matang patner-nya sama Jepang secara intens. Jepang juga udah duluan [masuk proyek PLTU] ke Vietnam. Peluangnya yang mana duluan, itu kita masuk," ujarnya, Selasa (20/3/2018).

Pria yang akrab disapa Boy ini menjelaskan, alasan Adaro melakukan kerja sama dalam mengembangkan PLTU di luar negeri ialah untuk mengontrol risiko. Karena proyek PLTU terbilang proyek skala besar, perusahaan memilih berkongsi dengan pemain blue chip dari luar negeri.

Di sisi lain, pola kerja sama membuat Adaro berpotensi mendapatkan dukungan dari sisi teknologi pengembangan PLTU dan finansial dari pihak mitra.

Skema pengambilan proyek PLTU di luar negeri bisa bermacam-macam. Ada yang mengikuti proses tender, undangan dari perusahaan mitra, dan ada yang sudah konsorsium, tetapi mencari patner tambahan.

"Jadi istilahnya macam-macam. Ada yang ikut tender, ada yang diundang, ada juga yang salah satu konsorsium mencari patner. Jadi, kita jajaki saja dulu [seluruh opsi]. Bisa juga nanti kita [bersama perusahaan mitra], mengandeng [perusaaan] lokal," paparnya.

Boy mengatakan, perusahaan akan mengerjakan 2-3 proyek PLTU di Asean. Adapun, masing-masing PLTU diharapkan memiliki kapasitas di atas 600 MW.

Tag : adaro, adro
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top