Aksi Terbaru Trump Dorong Wall Street Menguat

Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berakhir menguat pada perdagangan Kamis (8/3/2018), setelah Presiden Donald Trump terlihat melunakkan pendiriannya mengenai rencana pemberlakuan tarif
Renat Sofie Andriani | 09 Maret 2018 06:15 WIB
Bursa saham AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berakhir menguat pada perdagangan Kamis (8/3/2018), setelah Presiden Donald Trump terlihat melunakkan pendiriannya mengenai rencana pemberlakuan tarif.

Kabar tersebut mengurangi kekhawatiran perang dagang yang telah membebani pasar selama sepekan.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,38% atau 93,85 poin di level 24.895,21, indeks S&P 500 menguat 0,45% atau 12,17 poin di 2.738,97, dan indeks Nasdaq Composite berakhir menguat 0,42% atau 31,30 poin di level 7.427,95.

Dilansir Reuters, Trump mengumumkan tarif impor untuk baja dan aluminium namun dengan mengecualikan Kanada dan Meksiko. Negara-negara lainnya juga dinyatakan dapat mengajukan pengecualian terhadap pengenaan tarif impor tersebut.

“Ini adalah sesuatu yang kurang membebani dibandingkan dengan retorika pekan lalu,” kata Chuck Carlson, Chief Executive Officer di Horizon Investment Services.

“Ini adalah gagasan yang terdengar lebih lunak daripada reaksi pekan lalu ketika tidak terdengar kata pengecualian yang membuat pasar terbebani,” lanjut Carlson.

Menjelang berita yang keluar dari Gedung Putih pada Kamis (8/3) waktu setempat, S&P bergerak fluktuatif dalam kisaran ketat antara wilayah positif dan negatif karena investor tidak yakin tentang apa yang akan dikatakan Trump.

Kekhawatiran bahwa tarif akan memicu perang perdagangan global telah mendominasi pasar sejak Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif impor baja dan aluminium pada Kamis (1/3).

Kekhawatiran tentang potensi perang dagang semakin meningkat setelah Gary Cohn, yang menentang rencana tarif impor dan mendukung perdagangan bebas, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai penasihat ekonomi utama Trump pada Selasa (6/3).

Namun tidak semua pihak menyambut kabar terbaru dari Gedung Putih kemarin.

Saham Century Aluminium turun 7,5% setelah sebelumnya mendapatkan keuntungan dari rencana pemberlakuan tarif yang dapat mendorong harga. Saham US Steel Corp turun 2,9%, sedangkan saham AK Steel ditutup turun 4%.

Di sisi lain, Michael O'Rourke, Kepala Strategi Pasar di JonesTrading di Greenwich, Connecticut, masih khawatir tentang bagaimana kebijakan Trump dapat mempengaruhi perdagangan global.

“Trump mengubah nadanya namun tetap akan memberlakukan tarif, dan kita masih menuju arah yang salah dari perspektif kebijakan jika Anda adalah seorang globalis yang fokus pada pasar. Saya tidak akan terkejut jika dia [Trump] muncul dengan tarif yang berbeda terkait hal lain,” ujar O'Rourke.

Tag : wall street, Donald Trump
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top