Bursa Regional Memerah, IHSG Melemah Pada Akhir Sesi I

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (22/2/2018), sejalan dengan pelemahan bursa regional.
Renat Sofie Andriani | 22 Februari 2018 12:56 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (22/2/2018), sejalan dengan pelemahan bursa regional.

IHSG melemah 0,42% atau 27,93 poin ke level 6.615,47 di akhir sesi I, setelah dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,04% atau 2,95 poin di posisi 6.646,35. Adapun pada perdagangan Rabu (21/2), IHSG berakhir melemah 0,29% dan ditutup di level 6.643,40.

Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak pada kisaran 6.615,14 - 6.648,75. Sebanyak 140 saham menguat, 172 saham melemah, dan 260 saham stagnan dari 572 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama sektor aneka industri (-0,82%) dan finansial (-0,75%). Adapun tiga sektor lainnya bergerak positif dipimpin tambang yang menguat 0,30%.

Bersama IHSG, indeks saham lainnya di Asia Tenggara juga melemah siang ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,74%), indeks SE Thailand (-0,51%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,07%), dan indeks PSEi Filipina (-1,24%). Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,8% pada pukul 2.25 siang waktu Tokyo (pukul 12.25 WIB).

Dilansir Bloomberg, bursa Asia melemah bersama bursa AS di tengah kekhawatiran investor atas lonjakan imbal hasil obligasi menyusul pernyataan terbaru dari The Federal Reserve mengenai ekonomi yang akan menguji valuasi ekuitas.

Terlepas dari optimisme terbaru bank sentral AS tersebut terhadap prospek ekonomi AS, investor cenderung fokus pada prospek meningkatnya laju kenaikan suku bunga.

Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Rabu (21/2), menyusul rilis risalah pertemuan Federal Reserve bulan Januari, yang mendorong imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun ke level tertinggi empat tahun terakhir.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 166,97 poin atau 0,67% di level 24.797,78, indeks Standard & Poor’s 500 melemah 14,93 poin atau 0,55% menjadi 2.701,33, dan Nasdaq Composite turun 16,08 poin atau 0,22% ditutup di level 7.218,23.

“Pasar memperhitungkan kemungkinan langkah pengetatan oleh The Fed dari waktu ke waktu,” ujar Evan Brown, direktur UBS Asset Management, seperti dikutip Bloomberg.

“Pada hari ke hari Anda akan melihat volatilitas, Anda akan melihat ekuitas menjadi sedikit goyah saat imbal hasil meningkat, namun saat Anda melihat jangka panjang, fundamental ekonomi sangat kuat,” lanjut Brown.

 

 

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top