Dolar AS Menguat Tunggu Rilis FOMC Minutes

Pergerakan indeks dolar AS menguat pada perdagangan pagi ini, Rabu (21/2/2018), saat pedagang mengabaikan spekulasi bearish terhadap greenback serta fokus pada rilis risalah rapat pertemuan kebijakan The Fed.
Renat Sofie Andriani | 21 Februari 2018 11:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks dolar AS menguat pada perdagangan pagi ini, Rabu (21/2/2018), saat pedagang mengabaikan spekulasi bearish terhadap greenback serta fokus pada rilis risalah rapat pertemuan kebijakan The Fed.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama naik 0,13% atau 0,120 poin ke level 89,836 pada pukul 10.34 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun tipis 0,009 atau 0,01% poin di level 89,707, setelah pada perdagangan Selasa (20/2) berakhir menguat 0,69% atau 0,616 poin di posisi 89,716.

Dilansir Reuters, greenback telah melemah dalam beberapa bulan terakhir, dengan dorongan positif dari kenaikan suku bunga AS yang diimbangi oleh rentetan faktor bearish.

Awalnya, pandangan bahwa sejumlah bank sentral di negara lain akan mengikuti langkah pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral AS The Federal Reserve tahun ini, digunakan sebagai alasan untuk menurunnya kinerja dolar AS.

Kemudian muncul komentar dari Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, yang memicu kekhawatiran bahwa Amerika Serikat dapat melancarkan kebijakan dolar yang lebih lemah karena defisit perdagangannya naik ke level tertinggi dalam hampir satu dekade.

Meningkatnya kekhawatiran tentang defisit anggaran AS, yang diproyeksikan akan menggelembung menjadi lebih dari US$1 triliun pada 2019 di tengah pengeluaran pemerintah dan pemotongan pajak perusahaan secara besar-besaran, juga telah membebani greenback.

Namun para investor mengalihkan fokus mereka ke risalah rapat kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve (FOMC minutes) pada 30-31 Januari 2018, yang akan dirilis hari ini waktu setempat.

“Pernyataan apapun yang bernada hawkish dari risalah rapat tersebut dapat mendorong pasar untuk memperkirakan risiko kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat serta membantu mengangkat dolar lebih jauh,” ujar Tareck Horchani, head of sales trading di Asia Pacific untuk Saxo Markets, seperti dikutip Reuters.

Para pedagang juga mencermati lelang utang pemerintah AS pekan ini demi mendapatkan petunjuk mengenai minat investor internasional untuk aset-aset AS.

Seiring dengan penguatan dolar AS pagi ini, nilai tukar yen lanjut terdepresiasi 0,47% atau 0,50 poin ke posisi 107,83 per dolar AS pada pukul 10.44 WIB, setelah pada Selasa (20/2) berakhir melemah 0,69% di posisi 107,33.

“Terhadap yen, dolar AS kemungkinan akan berkonsolidasi pasca aksi jualnya baru-baru ini dan mungkin memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi dalam jangka dekat,” tambah Horchani.

Posisi indeks dolar AS                                       

21/2/2018

(Pk. 10.34 WIB)

89,836

(+0,13%)

20/2/2018

89,716

(+0,69%)

19/2/2018

89,100

(0%)

16/2/2018

89,100

(+0,57%)

15/2/2018

88,593

(-0,59%)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : dolar as, fomc
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top