Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Karet Rebound Bersama Indeks Nikkei Jepang

Harga karet berhasil membukukan rebound pada perdagangan pagi ini, Jumat (26/1/2018), seiring dengan rebound bursa saham di Jepang akibat efek depresiasi nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet berhasil membukukan rebound pada perdagangan pagi ini, Jumat (26/1/2018), seiring dengan rebound bursa saham di Jepang akibat efek depresiasi nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Harga karet untuk pengiriman Juni 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), menguat 0,39% atau 0,80 poin ke level 204,50 yen per kilogram (kg) pada pukul 10.18 WIB.

Sebelumnya harga karet kontrak Juni dibuka dengan kenaikan tipis 0,05% atau 0,10 poin di posisi 203,80, setelah pada perdagangan Kamis (25/1) berakhir melemah 0,20% atau 0,40 poin di posisi 203.70.

Menurut Naohiro Niimura, mitra pada perusahaan riset Market Risk Advisory di Tokyo, harga karet diuntungkan oleh dampak penguatan dolar AS yang membebani nilai tukar yen Jepang. Dolar AS menguat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pernyataan mendukung greenback yang lebih kuat.

“Selain itu, penguatan pada Nikkei turut menopang harga karet,” tambah Niimura, seperti dikutip dari Bloomberg.

Indeks Nikkei 225 Jepang terpantau rebound ke zona hijau dengan kenaikan 0,15% atau 34,34 poin ke level 23.703,83 pada pukul 09.35 WIB, setelah pada perdagangan Kamis (25/1) berakhir merosot 1,13% atau 271,29 di posisi 23.669,49.

Sementara itu, nilai tukar yen hari ini dibuka terdepresiasi tipis 0,01% atau 0,01 poin ke 109,42 per dolar AS, meski kemudian berbalik menguat 0,04 poin ke posisi 109,37 per dolar AS pada pukul 10.23 WIB. Pada perdagangan Kamis (25/1), yen berakhir melemah 0,17% atau 0,19 poin di posisi 109,41.

Seperti diketahui, pergerakan harga karet biasanya berbanding terbalik dengan yen. Pelemahan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih murah bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini berpotensi meningkat.

Turut menopang karet, Rubber Authority of Thailand dalam pernyataannya mengatakan bahwa langkah pembatasan ekspor kemungkinan akan membantu mengerek harga karet Thailand sebesar 30%.

Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia, Thailand, dan Malaysia, sepakat untuk kembali memangkas ekspor karet sebesar 350.000 ton sampai dengan Maret 2018 dalam pertemuan yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 22 Desember 2017.

Ketiga negara tersebut yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC), sepakat kembali menerapkan Agreed Export Tonnage Scheme atau pembatasan ekspor karet pada Desember hingga Maret 2018 untuk mengerek harga komoditas tersebut.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Juni 2018 di TOCOM

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

26/1/2018

(Pk. 10.18 WIB)

204,50

+0,39%

25/1/2018

203,70

-0,20%

24/1/2018

204,10

-1,21%

23/1/2018

206,60

-1,24%

22/1/2018

209,20

+0,00%

Sumber: Bloomberg

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro