Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet turun lebih dari satu persen pada perdagangan pagi ini, Rabu (24/1/2018), terbebani oleh tingkat cadangan yang tinggi dan berlanjutnya penguatan mata uang yen.
Harga karet untuk pengiriman Juni 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), melemah 1,21% atau 2,50 poin ke level 204,10 yen per kilogram (kg) pada pukul 10.15 WIB.
Sebelumnya harga karet kontrak Juni dibuka turun 0,15% atau 0,30 poin di level 206,30 setelah pada perdagangan Selasa (23/1) berakhir merosot 1,24% atau 2,60 poin di posisi 206.60.
Menurut Kazuhiko Saito, analis perusahaan broker Fujitomi di Tokyo, harga karet terbebani sentimen negatif yang datang dari tingginya tingkat cadangan baik di China maupun Jepang. Cadangan karet yang dimonitor oleh Shanghai Futures Exchange dilaporkan naik 2,6% menjadi 415.415 ton.
Sementara itu, berdasarkan data Rubber Trade Association of Japan, cadangan karet di pergudangan Jepang naik 14,4% menjadi 12.267 ton pada 31 Desember 2017 dibandingkan dengan tingkat yang dicapai pada 20 Desember.
Data tersebut mencakup gudang-gudang di tujuh pelabuhan Jepang yakni, Tokyo, Yokohama, Nagoya, Osaka, Kobe, Moji, dan Hakata.
“Selain itu, pelemahan pada Nikkei beserta berlanjutnya apresiasi yen menambah faktor negatif terhadap karet,” tambah Saito, seperti dikutip dari Bloomberg.
Indeks Nikkei 225 Jepang terpantau melemah 0,56% atau 135,07 poin ke level 23.989,08 hari ini pada pukul 09.35 WIB.
Adapun nilai tukar yen terpantau menguat 0,24% atau 0,26 poin ke posisi 110,04 per dolar AS pada pukul 10.20 WIB, setelah dibuka dengan depresiasi tipis 0,01% atau 0,01 poin di posisi 110,31.
Seperti diketahui, pergerakan harga karet biasanya berbanding terbalik dengan yen. Penguatan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini berpotensi menurun.
Pergerakan Harga Karet Kontrak Juni 2018 di TOCOM
Tanggal | Harga (Yen/Kg) | Perubahan |
24/1/2018 (Pk. 10.15 WIB) | 204,10 | -1,21% |
23/1/2018 | 206,60 | -1,24% |
22/1/2018 | 209,20 | +0,00% |
19/1/2018 | 209,20 | -1,32% |
18/1/2018 | 212,00 | +1,19% |
Sumber: Bloomberg