Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nusa Raya Cipta (NRCA) Incar Kontrak Rp3,8 Triliun

Kontraktor swasta, PT Nusa Raya Cipta Tbk., mengincar kontrak baru Rp3,8 triliun pada 2018 atau meningkat dibandingkan dengan target Rp3,3 triliun sepanjang 2017.
Presiden Direktur PT Astratel Nusantara (Astra Infra) Irawan Santoso (dari kanan) berbincang dengan Direktur In Charge PT Astra International Tbk. Bambang Widjanarko Santoso, Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk. Johannes Suriadjaja dan Direktur Utama PT Nusa Raya Cipta Tbk. Hadi Winarto Christanto sebelum jumpa pers di Jakarta, Senin (8/5)./JIBI-Abdullah Azzam
Presiden Direktur PT Astratel Nusantara (Astra Infra) Irawan Santoso (dari kanan) berbincang dengan Direktur In Charge PT Astra International Tbk. Bambang Widjanarko Santoso, Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk. Johannes Suriadjaja dan Direktur Utama PT Nusa Raya Cipta Tbk. Hadi Winarto Christanto sebelum jumpa pers di Jakarta, Senin (8/5)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kontraktor swasta, PT Nusa Raya Cipta Tbk., mengincar kontrak baru Rp3,8 triliun pada 2018 atau meningkat dibandingkan dengan target Rp3,3 triliun sepanjang 2017.

Veronika, Investor Relation Nusa Raya Cipta mengatakan perusahaan tetap akan mengincar proyek bangunan tinggi (high rise building) dan proyek infrastruktur yang potensial.

“Untuk tahun 2018 memang tahun politik. Kita melihat pasar konstruksi masih belum banyak perubahan,” katanya ketika dihubungi, Selasa (9/1).

Menurutnya, perusahaan masih menghitung perolehan kontrak baru sampai akhir Desember 2017. Sampai November 2017, menurutnya, emiten berkode saham NRCA itu telah membukukan kontrak baru Rp2,76 triliun.

Sejumlah proyek yang digarap perusahaan pada 2017 antara lain proyek Stasiun Cisauk, Sumber Sari Junction, Mason Pine Hotel,Synthesis Residence, Rumah Sakit Mayapada.

Selain itu, proyek lain adalah apartemen Silk Town Bintaro, pabrik gula Mesuji, Apsara Tower Kahyangan Solo Baru, gedung showroom dan hotel Bina Srikandi, Capital Square Surabaya Solid Ubud Bali, Dragon Resor Labuan Bajo dan Andaz Hotel.

Sebagai perbandingan, pada tahun-tahun sebelumnya, Nusa Raya Cipta membukukan kontrak baru Rp2,81 triliun (2016), Rp3,02 triliun (2015), Rp3,18 triliun (2014), Rp4,61 triliun (2013) dan Rp2,78 triliun (2012).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yodie Hardiyan
Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper