IHSG Tertekan Profit Taking Usai Cetak Rekor

Pergerakan indeks harga saham gabungan berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (20/12/2017), setelah berhasil mempertajam rekornya selama empat hari berturut-turut sebelumnya.
Renat Sofie Andriani | 20 Desember 2017 17:29 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan IHSG, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/12). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan indeks harga saham gabungan berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (20/12/2017), setelah berhasil mempertajam rekornya selama empat hari berturut-turut sebelumnya.

IHSG ditutup melemah 0,94% atau 58,18 poin di level 6.109,48, setelah dibuka turun tipis 0,03% atau 2,06 poin di level 6.165,60. Pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini sekaligus mengakhiri rangkaian reli selama enam hari perdagangan berturut-turut.

Pada perdagangan Selasa (19/12), IHSG ditutup menguat 0,55% atau 33,70 poin di 6.167,67, level penutupan tertinggi sepanjang masa, sekaligus rekor yang dicatatkan di hari keempat berturut-turut.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak cenderung melemah di kisaran 6.088,56 – 6.167,43.

Dari 569 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 115 saham menguat, 223 saham melemah, dan 231 saham stagnan.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor pertanian dan aneka industri yang masing-masing melemah 2,12% dan 2,04%. Adapun sektor perdagangan menjadi satu-satunya yang berakhir di zona hijau, dengan kenaikan 0,19%.

Menurut riset Oso Securities, aksi profit taking mempengaruhi IHSG pada perdagangan hari ini. Tim analis Oso Securities menyebutkan IHSG ditutup dengan candle bullish di level 6.167,67 pada akhir perdagangan Selasa (19/12), kenaikan selama beberapa hari berturut-turut sekaligus kembali mencatatkan rekor tertinggi baru (all time high).

Dikemukakan, IHSG sudah berada di area jenuh beli dilihat dari indikator RSI overbought dan Stochastic berpeluang deadcross dengan volume meningkat.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 berakhir melemah 1,32% atau 7,36 poin di level 550,50, setelah dibuka dengan kenaikan hanya 0,01% di posisi 557,93.

Sementara itu, bursa saham lainnya di Asia Tenggara bergerak variatif dengan indeks SE Thailand (+0,27%) pada pukul 15.59 WIB, indeks PSEi Filipina (-0,04%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,56%), dan indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,25%).

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,33% dan 0,10%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan berakhir turun 0,25%.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing berakhir turun 0,27% dan 0,12%. Indeks Hang Seng Hong Kong juga turun 0,07%.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% ke posisi 171,75 pada pukul 4.44 sore waktu Hong Kong, dengan saham Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. dan Toyota Motor Corp. yang memberi dorongan terbesar terhadap indeks acuan.

Pengambilan suara yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada Selasa (19/12) waktu setempat menghasilkan persetujuan atas rancangan undang-undang perpajakan yang diusung Partai Republik.

Tak lama setelah DPR, anggota parlemen Senat AS yang dikuasai Partai Republik menyetujui sekaligus memberikan catatan revisi minor terhadap RUU Pajak AS yang baru.

RUU tersebut sedianya akan kembali dibahas, direvisi, dan dilakukan jajak pendapat ulang kembali di DPR AS, sebelum diserahkan kepada Presiden Donald Trump untuk disahkan.

“Gejala umum volume rendah menjelang musim liburan bisa dilihat mengandung kenaikan dan investor tampak enggan mengambil posisi baru sebelum rancangan undang-undang reformasi pajak difinalisasi,” ujar Jingyi Pan, pakar strategi pasar di IG Asia Pte., seperti dikutip dari Bloomberg.

 

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

HMSP

-2,20

UNVR

-2,03

ASII

-2,14

BBRI

-1,16

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

MABA

+20,29

BDMN

+5,22

EMTK

+3,30

TAMU

+12,33

 Sumber: Bloomberg

 

Tag : IHSG
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top