Minyak Berpotensi Tembus US$59,00 per Barel

Harga minyak berpotensi melaju hingga mencapai level US$59,00 per barel seiring dengan bullish-nya data American Petroleum Institute (API).
Eva Rianti | 20 Desember 2017 10:48 WIB
Harga minyak naik - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak berpotensi melaju hingga mencapai level US$59,00 per barel seiring dengan bullish-nya data American Petroleum Institute (API).
Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari 2018 di New York Merchantile Exchange menguat 0,18 poin atau 0,31% menjadi US$57,74 per barel pada pukul 09.36 WIB.

Adapun pada waktu yang sama, harga minyak Brent menguat 0,10 poin atau 0,16% menuju US$63,90 per barel.

Analis Monex Investindo Futures Agus Chandra mengatakan bahwa bias masih bullish pada minyak dalam jangka pendek pascarilis data API yang bullish dan menunggu data rilis dari Energy Information Adminitsration (EIA).

Berdasarkan data API, persediaan minyak dalam negeri mengalami penurunan sebesar 5,2 juta barel pekan lalu. Angka ini melampaui perkiraan penurunan sebesar 3,15 juta barel berdasarkan survei Bloomberg.

Jika penurunan tersebut dikonfirmasi oleh data EIA yang dirilis pada hari ini, maka akan memperburuk kondisi pasokan yang mengetat akibat penutupan pipa minyak di Laut Utara.

Break ke atas US$57,80 per barel berpotensi melanjutkan pergerakan naik menuju US$58,55 per barel, bahkan hingga US$59,00 per barel,” kata Agus dalam publikasi risetnya, Rabu (20/12/2017).

Sementara, level support terdekat ada pada level US$56,75. Break ke bawah area ini dapat memicu koreksi bearish menuju US$55,80 per barel, atau bahkan hingga US$54,80 per barel.

Agus menambahkan bahwa penguatan dolar AS akibat pengesahan RUU pajak AS bisa berpotensi membatasi kenaikan harga minyak mentah global.

Berikut analis teknikalnya. (US$ per barel)
Level resistan : 57,80; 58,55; 59,00
Level support: 56,75; 55,80; 54,80

Sumber : Bloomberg

Tag : Harga Minyak
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top