TOP LOSERS 16 NOVEMBER: Ini Lima Saham Terlemah

Harga saham PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk. mengalami penurunan paling dalam pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (16/11/2017), bersama empat saham lainnya.
Renat Sofie Andriani | 16 November 2017 19:13 WIB
Seorang pria melintas di sekitar papan elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (23/10). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Harga saham PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk. mengalami penurunan paling dalam pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (16/11/2017), bersama empat saham lainnya.

Saham emiten bersandi DPNS ini ditutup melemah 12,63% di Rp332 per lembar saham.

Mengekor pelemahan DPNS adalah saham PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk. (CANI) yang melorot 11,95% di Rp280.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil membukukan rebound sekaligus kembali menembus level 6.000 pada akhir perdagangan hari ini.

IHSG ditutup menguat 1,10% atau 65,60 poin di level 6.037,31, setelah dibuka dengan rebound 0,22% atau 13,31 poin di level 5.985,63.

Rebound IHSG hari ini mengakhiri pelemahan selama enam hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. IHSG bahkan berakhir di bawah level 6.000 pada dua hari perdagangan terakhir.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG terpantau konsisten bergerak di zona hijau dengan kisaran 5.984,70 – 6.054,24.

Dari 564 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 191 saham menguat, 147 saham melemah, dan 226 saham stagnan.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor konsumer (+2,59%) dan aneka infrastruktur (+1,22%). Adapun sektor industri dasar berakhir di zona merah sendiri meski hanya dengan penurunan sebesar 0,06%.

Saham apa saja yang menjadi top losers dalam perdagangan Bursa Efek Indonesia hari ini? Berikut rinciannya:

Kode

Harga (Rp)

Perubahan

(%)

DPNS

332

-48

-12,63

CANI

280

-38

-11,95

BTEK

132

-17

-11,41

KONI

302

-38

-11,18

INCI

402

-40

-9,05

 Sumber: Bursa Efek Indonesia, 2017

Tag : IHSG, top losers
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top