Bursa Asia Reli, IHSG Menguat pada Hari Keempat

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, Selasa (19/9/2017), ke level penutupan tertinggi dalam sekitar tiga pekan.
Renat Sofie Andriani | 19 September 2017 17:27 WIB
Karyawan memperhatikan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, Selasa (19/9/2017), ke level penutupan tertinggi dalam sekitar tiga pekan.

IHSG ditutup menguat 0,28% atau 16,71 poin di level 5.901,33, setelah dibuka dengan kenaikan 0,01% atau 0,60 poin di posisi 5.885,21.

Adapun pada perdagangan Senin (18/9), IHSG ditutup naik 0,21% atau 12,22 poin di level 5.884,61.

Meskipun mampu memperpanjang penguatannya dengan dibuka di zona hijau, IHSG terpantau berbalik ke zona merah di awal perdagangan. IHSG kemudian kembali bergerak di zona hijau menjelang tutup dagang dan menguat di akhir perdagangan.  

Penguatan IHSG di akhir perdagangan hari ini adalah yang tertinggi dalam tiga pekan, sejak ditutup di level 5.903,34 pada 28 Agustus. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.868,34 – 5.901,33.

Dari 559 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 171 saham menguat, 143 saham melemah, dan 245 saham stagnan.

Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor tambang (+1,31%) dan properti (+1,03%). Adapun empat sektor lainnya berakhir di zona merah, dipimpin sektor industri dasar yang melemah 0,33%.

IHSG menguat saat mayoritas bursa saham lainnya di Asia Tenggara melemah, di antaranya indeks PSEi Filipina (-1,58%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,49%), dan indeks FTSE Malay KLCI (-0,39%), sedangkan indeks SE Thailand naik tipis 0,04%.

Secara keseluruhan, bursa Asia menguat untuk sesi perdagangan ketiga berturut-turut. Penguatan bursa Asia mengekor rekor baru yang dibukukan bursa AS menjelang pertemuan kebijakan The Federal Reserve.

Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,5% ke level 164,07 pada pukul 4.28 sore waktu Hong Kong, level tertinggi sejak Desember 2007.

Indeks Topix Jepang ditutup menguat sekitar 1,8% di tengah pelemahan kinerja mata uang yen yang mendorong prospek laba eksportir. Di sisi lain, indeks saham acuan Filipinan menjadi penekan terbesar setelah tergelincir dari level tertingginya.

Pada akhir perdagangan Senin (18/9), indeks Dow Jones mencetak rekor barunya untuk sesi perdagangan kelima berturut-turut, sedangkan indeks S&P membukukan rekor untuk sesi perdagangan kedua berturut-turut, ditopang penguatan saham finansial.

Dilansir Bloomberg, fokus para investor saat ini tertuju pada pertemuan kebijakan The Fed yang dimulai hari ini waktu setempat. Meski bank sentral AS tersebut diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya, investor akan memantau sinyal prospek penaikan suku bunga di akhir tahun serta rencana dimulainya penyusutan neraca senilai US$4,5 triliun.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,41% atau 2,11 poin di 523,31, setelah dibuka turun 0,11% di posisi 520,64.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

ASII

+0,96

BBCA

+0,53

BBNI

+1,38

ADRO

+2,75

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

HMSP

-0,51

RMBA

-11,21

EXCL

-3,02

GGRM

-0,96

 Sumber: Bloomberg

 

Tag : IHSG, bursa asia
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top