Pasar Wait and See, Harga Logam Melemah

Harga logam industri kompak mengalami pelemahan seiring dengan keraguan pelaku pasar terhadap kelanjutan reli komoditas tersebut.
Hafiyyan | 14 September 2017 11:04 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, SHANGHAI—Harga logam industri kompak mengalami pelemahan seiring dengan keraguan pelaku pasar terhadap kelanjutan reli komoditas tersebut.

Laporan Macquarie Group Ltd., menyebutkan harga logam melemah dalam beberapa hari terakhir seiring dengan sikap pelaku pasar yang ragu. Mereka mencari momen yang tepat kapan momentum reli akan berlanjut.

“Pelaku pasar kini berbalik ragu setelah harga mengalami kenaikan yang bagus,” papar laporan seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (14/9/2017).

Menurut Macquarie, logam industri yang paling rentan mengalami koreksi ialah tembaga dan nikel. Diperkirakan harga tembaga akan kembali ke area US$6.500 per ton.

Pada penutupan perdagangan Rabu (13/9/2017), harga aluminium di London Metal Exchange (LME) turun 27 poin atau 1,26% menjadi US$2.110 per ton. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), harga tumbuh 24,63%, tertinggi di antara logam lainnya.

Harga tembaga dalam waktu yang sama merosot 115 poin atau 1,72% menuju US$6.553 per ton. Secara ytd, harga menguat 18,38%.

Sementara itu, harga seng  turun 37,50 poin atau 1,23% menjadi US$3.023 per ton. Secara ytd harga tumbuh 17,37%.

Harga nikel anjlok 630 poin atau 5,25% menuju US$11.360 per ton. Sepanjang tahun berjalan harga naik 13,37%.

Adapun logam timbal turun 21,50 poin atau 0,93% menjadi US$2.290 per ton. Secara ytd harga tumbuh 13,56%.

Logam timah turun 160 poin atau 0,77% menuju US$20.515 per ton. Harga masih tekoreksi 2,89% secara ytd.

Tag : logam, Harga Logam
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top