Ancaman Virus Siber Picu Pembelian Emas

Kejahatan siber yang menyerang sejumlah negara turut memicu pembelian emas sebagai aset haven dalam jangka pendek.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 16 Mei 2017  |  18:11 WIB
Ancaman Virus Siber Picu Pembelian Emas
Harga emas - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kejahatan siber yang menyerang sejumlah negara turut memicu pembelian emas sebagai aset haven dalam jangka pendek.

Pada perdagangan Selasa (16/5/2017) pukul 16.20 WIB, harga emas gold spot meningkat 3,24 poin atau 0,26% menjadi US$1.234,06 per troy ounce (Rp527.610,39 per gram). Ini merupakan penguatan dalam empat sesi berturut-turut.

Seperti diketahui, kejahatan siber melalui serangan virus “ransomware” WannaCry menyerang lebih dari 300.000 komputer di 150 negara sejak Jumat (12/5/2017). Bahkan data terbaru menunjukkan penyebaran virus terkait dengan perusahaan asal Korea Utara.

Analis PT Asia Trade Poin Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan ancaman serangan virus siber di sejumlah negara memicu pembelian emas dalam jangka pendek. Harga emas juga didukung sentimen sesaat soal dugaan Trump membocorkan rahasia intelejen soal ISIS kepada Rusia.

"Dua faktor ini lebih kepada sentimen sesaat karena pasar panic buying. Sifatnya sementara," tuturnya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (16/5/2017).

Dalam jangka panjang, sejumlah faktor utama yang memengaruhi harga emas ialah kondisi geopolitik global, kebijakan moneter The Fed, dan implementasi kebijakan Trump. Sampai akhir Juni 2017, Deddy memprediksi harga akan bergerak dalam rentang US$1.194-US$1.244 per troy ounce dengan peluang penguatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Emas Hari Ini, ransomware wannacry

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top