Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Divestasi Cipali, Nilai Buku Surya Semesta Internusa (SSIA) Meningkat Jadi Rp950/Saham

Nilai buku emiten pengembang kawasan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk. akan menembus Rp950 per saham pada kuartal kedua tahun ini setelah resmi menjual porsi kepemilikan sahamnya pada tol CikopoPalimanan kepada PT Astratel Nusantara.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 08 Mei 2017  |  19:33 WIB
Divestasi Cipali, Nilai Buku Surya Semesta Internusa (SSIA) Meningkat Jadi Rp950/Saham
Salah satu proyek Surya Semesta Internusa (SSIA)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai buku emiten pengembang kawasan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk. akan menembus Rp950 per saham pada kuartal kedua tahun ini setelah resmi menjual porsi kepemilikan sahamnya pada tol Cikopo—Palimanan kepada PT Astratel Nusantara.

Johannes Suriadjaja, Presiden Direktur Surya Semesta Internusa, mengatakan bahwa kedua pihak telah menandatangani transaksi penjualan kepemilikan saham perseroan pada ruas tol Cipali pada Senin, 8 Mei 2017. Nilai total penjualan tersebut mencapai Rp2,56 triliun.

Emiten dengan kode saham SSIA ini memiliki saham pada PT Lintas Marga Sedaya selaku operator tol Cipali, secara tidak langsung melalui dua anak usahanya, yakni PT Karsa Sedaya Sejahtera (KSS) sebesar 20,5% dan PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA) 2,2%.

Nilai penjualan yang dikantongi masing-masing anak usaha dalam transaksi tersebut yakni Rp2,34 triliun untuk KSS dan Rp223 miliar untuk NRCA.

Johannes mengatakan, meski dalam perjanjian jual beli dengan Astratel Nusantara disepakati bahwa pembayaran tahap awal hanya dibayarkan senilai 15% dari nilai transaksi, perseroan tetap membukukan seluruh nilai penjualan dalam pembukuan kuartal kedua tahun ini.

Adapun, 85% dari nilai transaksi baru akan dibayarkan pada Januari 2018 oleh Astratel Nusantara. Anak usaha PT Astra International Tbk. (ASII) ini resmi mengantongi 45% kepemilikan atas Cipali setelah transaksi tersebut, sedangkan kepemilikan mayoritas masih digenggam perusahaan Malaysia PLUS Expressway International Berhad.

“Impact dari transaksi tersebut nilai ekuitas di buku kita naik menjadi Rp950 per saham. Itu akan masuk di pembukuan kuartal kedua tahun ini, walaupun dananya baru masuk di awal tahun depan,” katanya usai penandatanganan perjanjian jual beli, Senin (8/5/2017).

Adapun, hingga akhir tahun lalu, ekuitas perseroan mencapai Rp3,40 triliun, sementara jumlah saham beredar perseroan mencapai 4,7 miliar lembar dengan porsi mayoritas dimiliki oleh pemegang saham publik 73,51%.

Dengan demikian, nilai buku per saham perseroan adalah sekitar Rp722 per saham. Johannes mengatakan, setelah aksi korporasi pelepasan aset saham Cipali, ekuitas perseroan akan menjadi sekitar Rp4,65 triliun.

Saat ini, saham SSIA diperdagangkan pada harga yang relatif sama dengan nilai buku perseroan. Alhasil, setelah penjualan Cipali, saham perseroan akan diperdagangkan lebih murah atau di bawah nilai bukunya.

Oleh karena itu, perseroan juga berencana melakukan buy back saham perseroan sebanyak maksimal 9,2% dari total yang telah beredar di publik untuk mengerek harga saham. Rencana tersebut telah mengantongi restu pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa yang digelar akhir pekan lalu.

Perseroan menyiapkan dana sekitar Rp440 miliar yang diperoleh antara lain dari hasil penjualan Cipali tersebut untuk aksi buy back itu. Harga maksimum dari aksi buy back tersebut ditetapkan Rp1.000,- dan rencananya akan dilakukan bertahap hingga 2018. “Ini peningkatan value untuk para pemegang saham kita, mirip seperti dividen tetapi tidak sama,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ssia
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top