Pendapatan Tumbuh 1,56%, EMDE Masih Andalkan Proyek Perumahan

Pengembang properti PT Megapolitan Developments Tbk. berhasil mempertahankan tren peningkatan kinerja pendapatan.
Herdiyan | 30 Maret 2017 14:48 WIB

Bisnis.com, SEMARANG – Pengembang properti PT Megapolitan Developments Tbk. (EMDE) berhasil mempertahankan tren peningkatan kinerja pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2016, Megapolitan membukukan pendapatan Rp330,4 miliar atau tumbuh 1,56% dari pencapaian 2015 sebesar Rp325,3 mliar.

Ronald Wihardja, Managing Director Megapolitan Developments, mengungkapkan kenaikan pendapatan didorong oleh proyek hunian yang dikembangkan perseroan di wilayah Cinere.

“Pengakuan penjualan proyek hunian seperti Cinere Parkview, Graha Cinere untuk tipe rumah Fancy dan Cozy, serta Cinere One Residence yang menyumbang kontribusi besar terhadap naiknya pendapatan usaha,” ungkap Ronald dalam keterangan resmi, Kamis (30/3/2017).

Ditinjau dari segmentasi pengembangannya, proyek-proyek perumahan masih menjadi kontributor pendapatan usaha terbesar mencapai Rp113,4 miliar atau 35% dari total pendapatan.

Setelah itu, segmen persewaan dari pusat perbelanjaan menyumbang kontribusi Rp102,1 miliar atau 30% dari total pendapatan. Sebagian besar berasal dari Mal Cinere dan Cinere Bellevue Mall.

Selanjutnya, segmen apartemen mencatatkan kontribusi pendapatan sebesar Rp62 miliar (19%) yang berasal dari apartemen Cloud Tower, Sky Tower, dan Cinere Bellevue Suites.

Terakhir, segmen ruko dan kios memberikan kontribusi sebesar Rp52,4 miliar (16%) melalui ruko Cinere Terrace Commerial dan Bizpark @Vivo Sentul serta kios Galleria Kiosk @Vivo Sentul.

Ditinjau berdasarkan tipe, pendapatan dari pengembangan (development income) memberikan kontribusi sebesar Rp228 miliar atau 70% dari keseluruhan. Adapun 30% sisanya berasal dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang mencapai Rp102 miliar.

Perseroan berkomitmen terus melakukan pengembangan dan pembangunan sejumlah proyek seperti Cloud Tower dan Sky Tower serta Galleria Vivo Mall Sentul.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kinerja keuangan dan profitabilitas Perseroan di masa mendatang.

“Dengan beroperasinya Cloud Tower, Sky Tower, dan Galleria Vivo Mall Sentul diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan dalam waktu satu sampai dua tahun ke depan terhadap pendapatan berkelanjutan perseroan,” jelas Ronald.

Ronald mengungkapkan industri properti nasional di tahun 2016 belum mengalami kenaikan yang signifikan, tetapi manajemen mengklaim berhasil memberikan komitmen dalam mempertahankan pertumbuhan kinerja. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perumahan, megapolitan developments

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top