JFX Luncurkan Dua Produk Anyar

Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) mengeluarkan dua produk perdagangan berjangka komoditas baru, yakni Kontrak Derivatif Emas Loco London dan Kontrak Berjangka Indeks Emas (KBIE).
Hafiyyan | 29 Maret 2017 21:05 WIB
/jfx.co.id

Bisnis.com, JAKARTA--Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) mengeluarkan dua produk perdagangan berjangka komoditas baru, yakni Kontrak Derivatif Emas Loco London dan Kontrak Berjangka Indeks Emas (KBIE). Kedua kontrak tersebut mulai aktif diperdagangkan pada Senin (3/4/2017).

Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX) Stephanus Paulus Lumintang mengatakan sebelumnya JFX sudah memiliki produk serupa, yakni Kontrak Gulir Indeks Emas (KGIE) yang bisa diperdagangkan 3 bulan berturut-turut. Sesuai permintaan pasar, dibuatlah KBIE yang mengakomodasi perdagangan dalam 12 bulan berturut-turut.

“Adanya perpanjangan masa perdagangan membuat pasar bisa melakukan hedging dengan lebih baik,” tuturnya di Kantor JFX, Rabu (29/3/2017).

Research & Business Development Division Head JFX, Isa Abiyasa Djohari, menyampaikan sebagai salah satu alternatif lindung nilai dolar AS, kontrak berjangka indeks emas menjadi salah satu pilihan. Pasalnya, pergerakan harga indeks emas cenderung serupa dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Jangka waktu 3 bulan dinilai terlalu pendek, karena pasar menginginkan rentang waktu antara 3—12 bulan. Jadi bisa dibilang ini hanya perubahan minor,” ujarnya.

Kontrak Derivatif Emas Loco London juga mengalami perubahan minor, yakni dari sisi persentase bunga. Dalam perdagangan emas, investor memiliki bunga dari dolar AS dan Gold Forward Lending Rate (GFR). Nantinya, investor mendapatkan perbedaan bunga berdasarkan selisih dua instrumen tersebut.

Kontrak derivatif ini mengacu kepada harga emas yang diambil dari Reuters di New York. Ada tiga produk yang ditawarkan, yakni Loco London Floating, fixed IDR Rp10.000, dan fixed IDR Rp12.000. Menurut Isa, pembagian produk ini berdasarkan karakter masing-masing nasabah pialang.

“Ada yang ingin transaksi perubahan atas nilai emas, tidak mau repot dalam USD, maka dia pakai yang fix. Umumnya pakai di Rp10.00, tapi ada yang pakai floating. Intinya permintaan market,” paparnya.

Dia menambahkan, Kontrak Derivatif Emas Loco London tercatat sebagai kontrak bilateral, sedangkan Kontrak Berjangka Indeks Emas (KBIE) merupakan kontrak multilateral.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bbj

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top