Penjualan Properti Tersendat, Dividen GMTD Hanya Rp2,58 Miliar

Pengembang kawasan terpadu Tanjung Bunga Makassar, PT GMTD Tbk. membagi dividen sebesar Rp2,58 miliar kepada pemegang saham kendati kinerja perseroan terperosok sepanjang tahun lalu.
Amri Nur Rahmat | 21 Maret 2017 17:00 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR - Pengembang kawasan terpadu Tanjung Bunga Makassar, PT GMTD Tbk. membagi dividen sebesar Rp2,58 miliar kepada pemegang saham kendati kinerja perseroan terperosok sepanjang tahun lalu.

Nominal dividen itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan realiasi pembagian dividen tahun lalu yang mencapai Rp4,5 miliar atau anjlok hingga 42%.

Besaran dividen yang dibagi oleh entitas anak dari Lippo Group itu kuivalen dengan Rp25 per lembar, yang mana merupakan hasil keputusan dalam RUPS perseroan, Selasa (21/3/2017), di Makasssar.

Presiden Direktur GMTD Andi Anzhar Cakra mengatakan pembagian dividen tersebut merupakan pula betuk komitmen perseroan dalam menjaga tingkat imbal hasil bagi pemegang saham untuk tahun buku 2016.

Adapun porsi dividen yang dibagikan tersebut hanya 2,96% dari total perolehan laba bersih perseroan sepanjang tahun lalu sebesar Rp86,9 miliar.

Sekedar diketahui, perolehan laba bersih perseroan pada 2016 mengalami penurunan signifikan sebesar 26,6% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp118,5 miliar.

Kondisi tersebut disebabkan kinerja pendapatan pada tahun lalu yang menyusut 9,1% menjadi Rp290 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp319 miliar.

Penurunan plaing besar terjadi pada segmen penjualan lahan siap bangun yang anjlok hingga 73,4% menjadi Rp13,7 miliar, kendati segmen rumah tapak dan ruko mencatatkan pertumbuhan terbatas 2,3% menjadi Rp263,2 miliar.

Di sisi lain, Perseroan berhasil meningkatkan kontribusi dari pendapatan recurring income terhadap total Pendapatan yang meningkat dari 3,2% pada 2015, menjadi 4,5% pada tahun 2016. Adapun perolehan pendapatan recurring untuk 2016 sebesar

Rp13 miliar atau tumbuh 26,2% dari Rp10,3 miliar pada 2015.

Direktur GMTD Purnomo Utoyo menambahkan, kondisi properti Tanah Air dan Sulsel yang melemah dalam dua tahun terakhir ikut mempengaruhi kinerja penjualan porperti perseroan.

Kendati demikian, lanjutnya, ekpansi pengembangan proyek residensial bakal tetap dilakukan pada tahun ini dengan mengoptimalkan lahan miliki perseroan di Kawasan Tanjung Bunga Makassar.

"Namun untuk tahun ini kami mulai memperkuat penetrasi ke segmen menengah ke bawah, apalagi segmen ini memiliki tren pertumbuhan yang relatif potensial dibandingkan dengan segmen menengah ke atas maupun premium yang cenderung tertahan," katanya.

Adapun proyek yang tengah dikembangkan perseroan dalam menyasar segmen menengah ke bawah itu adalah Grand River View yang menyiapkan kluster khusus dengan kisaran harga Rp200 juta hingga Rp300 juta.

Menurut Purnomo, langkah tersebut diproyeksikan mampu memperbaiki kinerja perseroan yang terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan daya beli masyrakat relatif tertahan dalam pertumbuhan yang terbatas.

Sejauh ini, GMTD telah membangun hunian berbagai kluster yang sebagian besar merupakan hunian menengah ke atas dan premium sebanyak 5.603 unit di Kawasan Tanjung Bunga Makassar.

Sementara itu, total luasan lahan milik perseroan yang telah dibebaskan mencapai 651,7 hektare di Tanjung Bunga, di mana 447,9 hektare diantaranya telah dikembangkan sedangkan sisanya dimasukkan dalam land bank perseroan.

Sementara itu, dalam RUPS yang digelar perseroan juga menyepakati pergantian jajaran pengawas di mana untuk posisi Komisarris Utama Theo L. Sambuaga menggantikan Jafar Hafsah.

Selain itu, pemegang saham juga menyetujui pergantian dua anggota komisaris yakni Hendry Leo dan Ibrahim Saleh, dan mengangkat tiga anggota komisaris baru yakni Didik Rachbini, Hinca Pandjaitan serta Erwin Syafruddin Haiya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt gowa makassar tourism development tbk (gmtd), dividen

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top