Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEI: 13 Emiten Belum Penuhi Free Float 7,5%

Bursa Efek Indonesia mencatat sebanyak 13 emiten belum memenuhi ketentuan minimal saham publik (free float) sebesar 7,5%.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 17 Maret 2017  |  15:43 WIB
Karyawan berdiri di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawan berdiri di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia mencatat sebanyak 13 emiten belum memenuhi ketentuan minimal saham publik (free float) sebesar 7,5%.

Samsul Hidayat, Direktur Penilaian BEI, menuturkan dari 536 jumlah emiten sekitar 100 emiten memiliki free float hingga lebih dari 40%. Dengan begitu, emiten tersebut memperoleh insentif pajak saat menggelar penawaran umum saham (initial public offering/IPO) saham.

"Yang belum penuhi free float harusnya tinggal 13 perusahaan. Banyak juga yang komitmen, sekitar 5-6 perusahaan akan selesaikan pada Juni 2017," ucapnya di Gedung BEI, Jumat (17/3).

Samsul memaparkan empat nama emiten yang menyatakan komitmen untuk memenuhi aturan free float, yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA), PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk. (SMAR), dan PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk. (KIAS).

"Mereka sudah buat surat dan akan memenuhi sampai Juni 2017, sedang proses corporate action," imbuhnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, SMAR sedang memproses private placement guna memenuhi free float 7,5%.

"Kami masih dalam usaha private placement minimal 4,7% saham. Belum ada rencana rights issue," ujar Sekretaris Perusahaan Sinar Mas Agro Resources & Technology Pinta ketika dihubungi Bisnis.

Saat ini, saham mayoritas SMAR dimiliki oleh PT Purimas Sasmita dengan porsi kepemilikan sebesar 97,2% dan hanya 2,8% yang dikantongi oleh masyarakat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei aturan free float
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top