Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MANDIRI SEKURITAS: Kinerja HM Sampoerna (HMSP) Lampaui Prediksi, Target Price Dikerek Naik

Mandiri Sekuritas menaikkan target harga saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) menjadi Rp4.000 seiring kinerja perseroan yang melampaui prediksi.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 07 Maret 2017  |  10:42 WIB
MANDIRI SEKURITAS: Kinerja HM Sampoerna (HMSP) Lampaui Prediksi, Target Price Dikerek Naik
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Mandiri Sekuritas menaikkan target harga saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) menjadi Rp4.000 seiring kinerja perseroan yang melampaui prediksi.

Berdasarkan riset Mandiri Sekuritas yang dipublikasikan Selasa (7/3/2017), Analis Mandiri Sekuritas Adrian Joezer dan Lakshmi Rowter mengatakan laba bersih kuartal IV/2016 perseroan melampaui prediksi Mandiri Sekuritas dan consensus.

“Hal ini terutama didorong pendapatan bunga dan penurunan belanja iklan dan promosi (A&P spending) yang mengejutkan, dan kami menilai hal tersebut tidak akan berkelanjutan,” papar mereka dalam risetnya.

Menurut mereka, kinerja HMSP tersebut mampu membuat manajemen memenuhi target pertumbuhan laba sebelum beban bunga dan pajak (EBIT) di atas 10% pada periode 2016 meskipun kinerja penjualannya hanya sebesar 7%.

Target price naik menjadi Rp4.000 dari sebelumnya Rp3.850,” papar mereka.

Adapun perdagangan saham pukul 10.18 WIB menunjukkan harga saham HMSP bergerak naik 20 poin atau 0,51% di level 3.970.

Laporan keuangan menunjukkan perseroan mengantongi laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp12,76 triliun sepanjang 2016. Pencapaian tersebut naik 23,15% dibandingkan 2015 yang hanya mencatatkan Rp10,36 triliun.

Pencapaian laba tersebut seiring meningkatnya penjualan bersih sebesar 7,18% menjadi Rp95,47 triliun pada 2016, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan Rp89,07 triliun.

Meskipun demikian, beban pokok penjualan sepanjang 2016 juga turut terkerek sebesar 6,39% dari Rp67,30 triliun pada 2015 menjadi Rp71,61 triliun. Namun, laju peningkatan beban pokok penjualan belum terlalu kuat sehingga laba kotor masih bisa bertumbuh 9,6% menjadi Rp23,85 triliun pada 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hm sampoerna
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top