Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Belum Penuhi Aturan Free Float, BEI Suspensi Enam Saham Ini

PT Bursa Efek Indonesia melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan enam saham mulai sesi I perdagangan efek hari ini, Kamis (2/2/2017).
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 02 Februari 2017  |  09:39 WIB
Bursa Efek Indonesia - JIBI/Dedi Gunawan
Bursa Efek Indonesia - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA— PT Bursa Efek Indonesia melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan enam saham mulai sesi I perdagangan efek hari ini, Kamis (2/2/2017).

Berdasarkan pengumuman BEI yang dipublikasikan Kamis (2/2/2017), disebutkan bahwa BEI melakukan suspensi empat saham emiten yang a.l PT Multi Prima Sejahtera Tbk. (LPIN), PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. (SQBI) berupa saham preferen, PT Tigaraksa Satria Tbk. (TGKA) dan PT Nusantara Inti Corpora Tbk. (UNIT).

Sementara dua saham diperpanjang masa suspensinya, yakni PT Grahamas Citrawisata Tbk. (GMCW)

PT PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. (SQBB) berupa saham biasa. SQBB sudah disuspensi di pasar reguler dan pasar tunai sejak 17 September 2009 dan GMCW sudah disuspensi sejak 30 Juli 2015.

Suspensi terhadap enam saham tersebut dilakukan sehubungan dengan kewajiban pemenuhan ketentuan V.I Peraturan Bursa No. I-A. Peraturan tersebut terkait kewajiban minimal free float 7,5% dan 300 pihak. Bursa telah memberikan peringatan tertulis III dan denda, atas belum terpenuhinya ketentuan tersebut dan memberikan batas waktu hingga 31 Desember 2016.

Namun, berdasarkan pantauan bursa hingga 31 Desember 2016, perusahaan-perusahaan tersebut belum memenuhi ketentuan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei suspensi aturan free float
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top