Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antam (ANTM) dan Kementerian ESDM Tekan MoU di Bidang Geologi

PT Aneka Tambang Persero Tbk. (ANTM) dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menandatangani nota kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Penyelidikan dan Pengembangan di Bidang Geologi.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 13 Januari 2017  |  10:03 WIB
ilustrasi - bisnis
ilustrasi - bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—PT Aneka Tambang Persero Tbk. (ANTM) dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menandatangani nota kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Penyelidikan dan Pengembangan di Bidang Geologi.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini bertujuan untuk menegaskan komitmen bersama dalam melaksanakan kerja sama melalui kegiatan penyelidikan dan pengembangan teknologi eksplorasi di bidang geologi khususnya terkait sumber daya mineral logam khususnya emas untuk kepentingan Antam dan Badan Geologi Kementerian ESDM.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syahrial mengatakan saat ini Kementerian ESDM telah menetapkan arah kebijakan sektor ESDM yang salah satunya adalah meningkatkan kemampuan pasokan energi dan sumber daya mineral melalui peningkatan eksplorasi dan produksi bagi kesejahteraan masyarakat di tanah air.

Dimulai dari proses eksplorasi, penemuan cadangan hingga eksploitasi. Sebagai informasi, saat ini kegiatan eksplorasi menurun sehingga penemuan sumberdaya baru dan produksi sumberdayapun juga ikut menurun.

Oleh sebab itu, akan dilakukan penelitian dan pengembangan sektor hulu mineral logam yang akan menghasilkan basis data. Basis data tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan rekomendasi wilayah kerja dan pengembangan usaha mineral logam dasar (emas, perak, tembaga, besi, mangan dan logam alternatif lainnya) secara umum dan emas khususnya.

Badan Geologi pada tahun 2015 mengidentifikasi bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral emas sebanyak 6.513 ton dan cadangan sebesar 2.537 ton.

Direktur Utama Antam Tedy Badrujaman mengatakan sinergi antara Antam dan Badan Geologi Kementerian ESDM merupakan hal yang strategis untuk saling memperkuat masing-masing institusi terkait dengan bidang geologi. Antam melalui Unit Geomin telah berpengalaman lebih dari 30 tahun dalam bidang eksplorasi pertambangan khususnya mineral yang memiliki nilai ekonomis seperti nikel, emas dan bauksit.

“Penyelidikan dan pengembangan bidang geologi bersama Badan Geologi Kementerian ESDM akan memperkuat portofolio ANTAM khususnya menghasilkan produk yang berkualitas, sumber daya manusia yang berpengalaman serta pelayanan prima,” katanya dalam keterangan resmi yang dipublikasikan Jumat (13/1/2016).

Adapun, penandatanganan MoU tahun 2016-2021 ini menjadi sangat penting karena menjadi acuan dalam membuat program kerjasama teknis yang pelaksanaannya diusulkan dalam dua tahap:

• Tahap I (2017-2018): dengan sasaran memperoleh wilayah berpotensi emas yang dapat direkomendasikan untuk WIUP (Wilayah Izin Usaha Pertambangan) Emas fokus pada zona konvensional (sabuk magmatik). Pelaksana: Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP), dan didukung oleh Pusat Survei Geologi (PSG), Badan Geologi Kementerian ESDM.

• Tahap II (2019-2021): dengan sasaran menemukan indikasi atau model endapan baru emas dalam lingkungan metamorf untuk mendapatkan wilayah prospek baru yang lebih luas. Pelaksana: Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi PSDMBP dan Pusat Survei Geologi (PSG), Badan Geologi Kementerian ESDM.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam kementerian esdm geologi
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top