Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Relaksasi Ekspor Bijih Nikel Berdampak Positif ke ANTM

Mandiri Sekuritas menilai rencana relaksasi ekspor bijih nikel berdampak positif dalam jangka pendek kepada PT Aneka Tambang Tbk.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 08 Oktober 2016  |  20:00 WIB
Gedung Antam
Gedung Antam

Bisnis.com, JAKARTA -- Mandiri Sekuritas menilai rencana relaksasi ekspor bijih nikel berdampak positif dalam jangka pendek kepada PT Aneka Tambang Tbk.

Pemerintah berencana membolehkan ekspor bijih nikel berkadar rendah pada Januari 2017. Rencana ini berpotensi membuat harga bijih nikel yang sudah rendah berlanjut lagi.

Mandiri Sekuritas mengatakan hal tersebut akan positif dalam jangka pendek untuk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) karena penjualan bijih nikel berkontribusi hingga 40% dari total penjualan perseroan.

Margin serta arus kas perseroan bakal lebih stabil. Namun, hal itu akan berdampak negatif bagi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO).

"Berdasarkan analisis teknikal, saham ANTM disarankan jual ketika menguat (sell on strength/SOS) dan dalam jangka pendek menunjukkan tren overbought sehingga rawan terkoreksi," tulis Hadiyansyah, analis Mandiri Sekuritas, dalam riset yang terbit pada Kamis (6/10/2016).

Kisaran pergerakan (support-resistance) saham ANTM berada di kisaran Rp750 hingga Rp860.

Pada perdagangan Jumat (7/10/2016), saham ANTM ditutup menguat 1,27% ke posisi Rp800, sedangkan INCO ditutup turun 1,11% ke posisi Rp2.670.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aneka tambang mandiri sekuritas inco antm vale indonesia vale
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top