Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA CHINA 26 SEPTEMBER: Dampak Negatif Minyak Tekan Saham PetroChina, Indeks Shanghai Melemah

Indeks Shanghai Composite melemah 0,71% atau 21,56 poin ke level 3.012,34 pada pukul 11.23 WIB, setelah dibuka turun 0,19% atau 5,65 poin ke posisi 3.028,24.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 September 2016  |  12:03 WIB
Bursa China - Reuters
Bursa China - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan bursa saham China terpantau berlanjut pada perdagangan siang ini, Senin (26/9/2016), didorong oleh turunnya performa saham perusahaan finansial dan energi menyusul anjloknya harga minyak mentah.

Indeks Shanghai Composite melemah 0,71% atau 21,56 poin ke level 3.012,34 pada pukul 11.23 WIB, setelah dibuka turun 0,19% atau 5,65 poin ke posisi 3.028,24.

Dari 1.168 saham yang terdaftar pada indeks Shanghai Composite, 246 di antaranya menguat, 809 melemah, sedangkan 113 saham bergerak stagnan.

Saham PetroChina Co. Ltd. melemah 0,83%, sementara saham Agricultural Bank of China Ltd. turun 0,63%, China Petroleum & Chemical Corp. melandai 0,82%, dan Bank of Jiangsu Co. Ltd. anjlok 2,49%.

Pelemahan saham perusahaan energi adalah sebagai dampak anjloknya harga minyak mentah di tengah kemungkinan tidak tercapainya kesepakatan dalam hal produksi untuk OPEC.

Pada perdagangan Jumat (23/9), harga minyak WTI kontrak November ditutup anjlok 3,97% atau 1,84 poin ke US$44,48, sedangkan patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak November berakhir drop 3,69% atau 1,76 poin ke US$45,89 per barel.

Sementara itu, pergerakan indeks CSI 300 di Shenzen yang berisi saham-saham bluechip siang ini melemah 0,77% atau 25,14 poin ke level 3.250,53.

Sebelumnya indeks CSI dibuka dengan pelemahan 0,24% atau 7,98 poin ke level 3.267,69.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa china petrochina
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top