Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA MINYAK 19 SEPTEMBER: Venezuela Sebut Kemungkinan Kesepakatan Produksi, WTI Rebound

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak Oktober menguat 1,67% atau 0,72 poin ke US$43,75 per barel pada pukul 14.26 WIB, setelah dibuka dengan rebound 0,35% di posisi US$43,18.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 September 2016  |  15:28 WIB
Ilustrasi harga minyak. - Bisnis
Ilustrasi harga minyak. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah dunia terpantau rebound dari pelemahan tajamnya pada perdagangan hari ini, Senin (19/9/2016), menyusul pernyataan Venezuela kemungkinan tercapainya kesepakatan oleh negara-negara produsen OPEC dan non-OPEC dalam hal menstabilkan produksi.  

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak Oktober menguat 1,67% atau 0,72 poin ke US$43,75 per barel pada pukul 14.26 WIB, setelah dibuka dengan rebound 0,35% di posisi US$43,18.

Pada saat yang sama, patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak November menguat 1,49% atau 0,68 poin ke level US$46,45, setelah dibuka dengan kenaikan 0,52% atau 0,24 poin di level 46,01.

Seperti dilansir Reuters hari ini, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan kemungkinan pengumuman kesepakatan bulan ini untuk menstabilkan pasar minyak, setelah adanya tekanan terus-menerus atas kelebihan suplai dan jatuhnya harga selama dua tahun terakhir.  

“Kenaikan harga merupakan reaksi dari komentar Venezuela tentang para produsen yang mencapai kemungkinan kesepakatan produksi,” kata Ric Spooner, Kepala analis pasar CMC Markets.

Ditambahkan olehnya, meningkatnya gangguan pemuatan akibat bentrokan di Libya telah turut menopang pasar.

Bentrokan di Libya telah menghentikan pemuatan kargo minyak pertama dari pelabuhan Ras Lanuf serta meningkatkan kekhawatiran adanya konflik baru terhadap sumber daya minyak di Libya.

Pada perdagangan Jumat (16/9/2016), harga minyak WTI kontrak Oktober ditutup anjlok 2% atau 0,88 poin ke US$43,03, sedangkan patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak November berakhir drop 1,76% atau 0,82 poin ke US$45,77 per barel.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak brent wti
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top