Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA MINYAK 15 SEPTEMBER: Naik 0,3%, Penguatan WTI Dibayangi Spekulasi Kelebihan Suplai

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak Oktober menguat 0,30% atau 0,13 poin ke US$43,71 per barel pada pukul 12.26 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan 0,28% di posisi US$43,70.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 15 September 2016  |  13:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga minyak mentah dunia terpantau menguat siang ini, Kamis (15/9/2016), ditopang laporan penurunan stok minyak AS. Namun pergerakannya masih bertahan di level rendahnya seiring spekulasi berlanjutnya kelebihan minyak mentah global.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak Oktober menguat 0,30% atau 0,13 poin ke US$43,71 per barel pada pukul 12.26 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan 0,28% di posisi US$43,70.

Pada saat yang sama, patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak November menguat 0,57% atau 0,26 poin ke level US$46,11, setelah dibuka naik 0,46% atau 0,21 poin di level 46,06.

Menurut laporan badan energi AS Energy Information Administration (EIA) kemarin, seperti dilansir Bloomberg, jumlah persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma – pusat pengiriman untuk WTI dan juga tempat penyimpanan minyak terbesar di AS – turun 1,25 juta barel menjadi 62,2 juta barel pekan lalu.

Sementara itu, stok minyak mentah turun 559.000 barel pekan lalu, jauh di bawah perkiraan analis yang disurvei Bloomberg yang memperkirakan kenaikan 4 juta barel. Persediaan minyak mentah AS pun turun menjadi 510,8 juta barel per 9 September.

Di sisi lain, masih terdapat spekulasi bahwa kelebihan minyak mentah global akan meluas di saat anggota OPEC Libya dan Nigeria bersiap untuk mendorong ekspor dalam beberapa pekan.

Pada Selasa (13/9/2016), International Energy Agency menyatakan bahwa keadaan kelebihan minyak akan bertahan hingga 2017, lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan sejalan dengan penurunan pertumbuhan permintaan.

“Pasar menjadi sedikit lebih konservatif mengenai kapan keseimbangan akan kembali dan harga akan menyesuaikan keadaan tersebut. Kita melihat menurunnya permintaan dikombinasikan dengan kemungkinan kenaikan suplai dari Libya dan Nigeria. Ada juga potensi mulai naiknya produksi dari negara non-OPEC,” kata Ric Spooner, Kepala analis pasar di CMC Markets.  

Pada perdagangan Rabu (14/9/2016), harga minyak WTI kontrak Oktober ditutup anjlok 2,94% atau 1,32 poin ke US$43,58, adapun patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak November berakhir drop 2,65% atau 1,25 poin ke US$45,85 per barel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak brent wti
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top