Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA AS: Investor Wait and See, Wall Street Ditutup Melemah

Indeks Standard & Poors 500 melemah 0,2% ke posisi 2.115,48 pada penutupan perdagangan Kamis (9/6/2016). Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 19,86 poin atau 0,1% ke posisi 17.985,19.
Bursa AS./Reuters
Bursa AS./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat melemah karena investor bersikap wait and see terhadap pergerakan bursa di tengah kekhawatiran tentang dampak pertumbuhan global yang lemah.

Indeks Standard & Poor’s 500 melemah 0,2% ke posisi 2.115,48 pada penutupan perdagangan Kamis (9/6/2016). Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 19,86 poin atau 0,1% ke posisi 17.985,19. Total perdagangan di bursa mencapai 6,1 miliar saham, 13% di bawah rata-rata dalam tiga bulan terakhir.

“Melemahnya pasar merupakan hal yang wajar dalam beberapa minggu ke depan, karena akan ada volatilitas menjelang pertemuan the Feed minggu depan dan referendum di Inggris setelahnya,” kata Jim davis dari Private Client Reserve of US Bank seperti yang dikutip dari Bloomberg.

Optimisme pada tingkat bunga yang rendah dan tingkat pertumbuhan menjadi sentiment positif sebelum serangkaian peristiwa yang dapat menurunkan efek bullish di pasar keuangan. FOMC Meeting, disusul oleh referendum di Inggris dan konvensi politik AS berpotensi untuk mengacaukan pasar.

Pada perdagangan Kamis, tujuh dari 10 sektor industri pada indeks S&P 500 melemah. Sektor finansial dan baku-bahan melemah lebih dari 0,6%. Sektor utilitas menguat paling tajam, diikuti oleh sektor telekomunikasi dan bahan baku, yang ditopang oleh saham J.M. Smucker Co yang menguat 7,9%.

Saham perbankan menjadi penekan utama pada sektor finansial. KeyCorp dan Comerica Inc melemah lebih dari 1,9%, sedangkan manajer asset Legg Mason Inc. dan Affiliated Managers Group merosot lebih dari 2,5%.

Sementara itu, Freeport-McMoRan Inc. anjlok 5,9%, sedangkan produsen pupuk CF Industries Holdings Inc. dan Mozaic Co. melemah masing-masing 4,2% dan 1,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper