MNC SECURITIES: S&P Tak Naikkan Peringkat Indonesia, Harga SUN Berpeluang Turun

Harga surat utang negara berpeluang mengalami penurunan setelah lembaga pemeringkat S&P kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia pada peringkat "BB+" dengan prospek positif.
Riendy Astria | 02 Juni 2016 09:31 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA— Harga surat utang negara berpeluang mengalami penurunan setelah lembaga pemeringkat S&P kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia pada peringkat "BB+" dengan prospek positif.

Analis fixed income PT MNC Securities I Made Adi Saputra mengatakan pengumuman berdampak terhadap pasar SUN pada perdagangan hari ini. Pelaku pasar yang tadinya berharap terhadap kenaikan peringkat utang Indonesia, justru akan memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking).

Namun demikian, koreksi harga yang terjadi masih akan terbatas. Hal ini karena meskipun belum mengalami kenaikan peringkat, dengan dipertahankannya prospek positif itu memberikan sinyal bahwa masih terbuka peluang kenaikan peringkat dalam periode mendatang apabila pemerintah mampu memperbaiki kriteria - kriteria yang menjadi syarat untuk kenaikan peringkat. Mulai dari angka GDP per kapita, tren defisit fiskal yang menurun serta implementasi reformasi subsidi BBM secara utuh dan tepat waktu.
 
Adapun, dari pasar surat utang global, imbal hasil surat utang global cenderung bergerak terbatas. Imbal hasil dari US Treasury dengan tenor 10 tahun ditutup pada level 1,847% dan tenor 30 tahun pada level 2,61%. Adapun imbal hasil dari Surat Utang Jerman (Bund) ditutup pada level 0,139% setelah sempat diperdagangkan pada level 0,128% sepanjang sesi perdagangan kemarin dan imbal hasil Surat Utang Jepang dittum naik terbatas pada level -0,118% dari posisi penutupan sebelumnya di level -0,120%.
 
“Secara teknikal, harga SUN masih berada pada area konsolidasi, mengindikasikan bahwa harga SUN akan bergerak terbatas dengan arah pergerakan yang cenderung mendatar (sideways),” katanya dalam riset, Kamis (2/6/2016).
 
Dengan kondisi tersebut maka investor disarankan untuk tetap mencermati arah pergerakan harga SUN di pasar sekunder dengan melakukan strategi trading jangka pendek di tengah kondisi pasar yang cenderung bergerak berfluktuasi. Bagi investor dengan horizon inversasi jangka panjang, adanya potensi koreksi harga pada perdagangan hari ini dapat dimanfaatkan untuk kembali melakukan akumulasi secra bertahap dengan pilihan pada seri FR0064, FR0071, FR0052, FR0073, FR0065, FR0068 dan FR0045

Tag : Obligasi
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top