RIGHTS ISSUE BRNA: Berlina Berencana Terbitkan 325,28 Juta Saham Baru

PT Berlina Tbk. (BRNA) berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 325,28 juta saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Riendy Astria | 17 Mei 2016 15:00 WIB
Berlina berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 325,28 juta saham baru - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA— PT Berlina Tbk. (BRNA) berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 325,28 juta saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan Selasa (17/5/2016), emiten keramik tersebut menargetkan dana sekitar Rp250 miliar (sebelum dikurangi biaya emisi) melalui penerbitan saham baru tersebut. Saham baru akan memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham perseroan lainnya termasuk atas hak dividen.

Harga pelaksanaan final HMETD akan ditentukan dewan komisaris perseroan. Ketentuan-ketentuan penambahan modal dengan HMETD, termasuk harga pelaksanaan final atas HMETD dan jumlah final atas saham baru yang akan diterbitkan, akan diungkapkan dalam prospectus atau keterbukaan informasi yang akan diterbitkan dalam rangka penambahan modal dengan memberikan HMETD, yang akan disediakan kepada pemegang saham yang berhak pada waktunya.

Rencana penambahan modal dengan HMETD akan berpengaruh terhadap pemegang saham, di mana pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk melakukan pembelian saham baru akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 30%.

Berikut susunan pemegang saham sebelum dan sesudah rights issue:

Sebelum:

PT Dwi Satrya Utama              53%

Lisjanto Tjiptobiantoro            6,6%

Komodo Fund                         9,5%

Masyarakat                              30,9%

Pemegang saham baru             -

 

Sesudah

PT Dwi Satrya Utama              37,12%

Lisjanto Tjiptobiantoro            4,59%

Komodo Fund                         6,66%

Masyarakat                              21,63%

Pemegang saham baru             30,00%

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
berlina

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top