Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

FIF Siapkan Emisi Obligasi Tambahan Rp2 Triliun

Hingga akhir 2016, PT Federal International Finance memperkirakan akan melakukan tambahan emisi obligasi sebesar Rp2 triliun.
obligasi
obligasi

Bisnis.com, JAKARTA - Hingga akhir 2016, PT Federal International Finance memperkirakan akan melakukan tambahan emisi obligasi sebesar Rp2 triliun.

Suhartono, Presiden Direktur & CEO PT Federal International Finance (FIFGroup), mengatakan penerbitan obligasi sangat bergantung dengan kondisi pasar. Perusahaan harus mempertimbangan biaya dana serta faktor lainnya.

"[Hingga akhir tahun] Kemungkinan [menerbitkan tambaham obligasi] sekitar dua triliun," kata Suhartono, Kamis (7/4/2016).

Dia mengatakan penerbitan di 2016 ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) II perusahaan. Dalam PUB II ini perusahaan mengincar Rp10 triliun dari pasar modal. Di 2015 perusahaan telah melakukan penerbitan Rp4,5 triliun. Sedangkan jangka penerbitan paling lambat di 2017.

Rabu (6/4) lalu, perusahaan juga telah mencatatkan PUB II tahap III senilai Rp3,375 triliun. Obligasi yang dicatatkan terdiri dari 2 seri yaitu seri A dan seri B. Seri A sebesar Rp Rp868 miliar dan bunga obligasi sebesar 8,5% per tahun. Seri A ini memiliki jangka waktu 370 hari.

Sementara untuk seri B tingkat bunga ditetapkan 9,15% dengan pokok hutang Rp2,507 triliun. Seri ini memiliki jangka waktu 36 bulan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, obligasi telah menjadi salah satu alternatif pendanaan bagi perusahaan. Sejak 2002, PT Federal International Finance telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 27,125 triliun.

Dalam kesempatan terpisah dia mengatakan perusahaan secara rutin memperluas sumber pembiayaan alternatif untuk menekancost of fund.Selain surat hutang, perusahaan juga memiliki opsi pinjaman luar negeri, joint financing hingga mengutamakan penggunaan ekuitas perusahaan.

"Sisanya pinjaman perbankan," kata dia.

Arif Reza Fahlepi, Corporate Communication FIFGroup, menuturkan pendanaan yang masuk dari obligasi ini akan digunakan peusahaan untuk modal kerja. Dia mengatakan FIF menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan Rp30 triliun sepanjang 2016. Sementara hingga Februari perusahaan telah menyalurkan Rp4,6 triliun atau tumbuh 13% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara pada tahun lalu, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp28,8 triliun. Dari jumlah tersebut, penyaluran terbesar kepada segmen kendaraan roda dua baru yaitu mencapai Rp19,49 trilun. Kemudian, untuk segmen kendaraan roda dua bekas mencapai Rp5,9 triliun, pembiayaan multiguna Rp2,8 triliun dan pembiayaan mobil Rp850 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Anggara Pernando

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper