Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,19% atau 9,33 poin ke level 4.860,21 pada perdagangan Senin (7/3/2016), meneruskan reli di akhir pekan.
Sebelumnya indeks ditutup menguat 0,14% atau 6,84 poin ke level 4.850,88 pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (4/3/2016).
Penguatan terjadi setelah berfluktuasi antara level 4.802,38—4.860,64. Reli 8 hari IHSG mendorong valuasi saham di Bursa Efek Indonesia ke level termahal dalam 5 tahun terakhir. IHSG menguat terbatas ketika sentimen positif global mulai reda.
Bagaimana pergerakan IHSG di awal pekan ini? Ikuti lajunya hingga penutupan.
IHSG berakhir melemah 0,4% atau 19,31 poin ke level 4.831,58 setelah sempat dibuka menguat pagi ini.
Pelemahan indeks terjadi untuk pertama kalinya setelah menguat selama delapan hari berturut-turut sebelumnya.
Mengawali perdagangan sesi II, IHSG masih tertahan di zona merah dengan melemah 0,16% atau 7,63 poin ke level 4.843,26.
IHSG berbalik melemah di akhir sesi I sebesar 0,09% ke 4.846,61 setelah dibuka naik 0,19%.
Pelemahan tersebut dinilai seiring IHSG sudah memasuki area jenuh bei. Seperti diketahui, indeks acuan telah mencetak reli 8 haru terakhir sebesar 4,23%.
Data Bloomberg menunjukkan valuasi IHSG ada di level tertinggi dalam 5 tahun terakhir dengan PER mendekati 16,4 kali.
“IHSG mendekati area overbought. Ini memberikan pilihan sulit bagi pelaku pasar untuk tetap bertahan atau melakukan aksi ambil untung, karena keduanya memungkinkan. Penguatan IHSG masih dimungkinkan, tetapi cenderung tipis dan dapat terjadi pembalikan arah melemah sewaktu-waktu,” kata Reza Priyambada, analis dari NH Korindo Securities.
Sektor pertambangan menguat kencang 2,61% saat IHSG berbalik melemah di akhir sesi I.
Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memimpin sektor pertambangan dengan kenaikan 8,43%, diikuti oleh PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang menguat 4,41%. Adapun sektor agribisnis dipimpin oleh PT Agro Lestari Tbk (AALI) yang naik 4,14%.
Harga minyak Brent semakin mendekati level US$40 per barel, diperdagangkan menguat 1,91% ke US$39,46 per barel pada pukul 11.38 WIB meneruskan kenaikan 4,45% pada akhir pekan lalu.
Pergerakan positif juga terjadi pada harga komoditas unggulan RI. CPO bergerak menguat 1,32% ke 2.540 ringgit per ton di Bursa Malaysia pada pukul 11.29 WIB, sedangkan harga batu bara di Rotterdam akhir pekan lalu ditutup di harga tertinggi sejak November pada US$45,75 per ton.
IHSG mengakhiri sesi I di zona merah, berbalik melemah 0,09% atau 4,28 poin ke level 4.846,61.
Penguatan IHSG menipis menjelang akhir sesi I yakni 0,18% atau 8,7 poin ke level 4.859,58. Lima dari sembilan sektor yang ada menguat dipimpin sektor tambang 2,76%.
IHSG terus menguat 0,35% atau 17,09 poin ke level 4.867,98 dalam sejam pertama perdagangan hari ini.
“Pergerakan positif harga komoditas tambang masih berpeluang mengangkat saham sektoral berbasis komoditas. IHSG berpeluang menguat terbatas karena dibayangi aksi ambil untung jangka pendek,” kata David Sutyanto, analis dari First Asia Capital.
Harga minyak jenis WTI pekan lalu menguat 9,58% dan bergerak menguat 2,2% ke US$36,71 per barel pada pukul 08.53 WIB. Adapun harga tembaga di Comex naik 7,04% pada pekan lalu dan begerak melemah 0,26% ke US$226,85 per lbs pada pukul 08.53 WIB.
IHSG meneruskan reli, dibuka menguat 0,19% atau 9,33 poin ke level 4.860,21
Bursa Asia berfluktuasi setelah mencetak penguatan terbesar selama tiga pekan sejak 2009.
Hal itu terjadi seiring investor mempertimbangkan langkah China yang memangkas target pertumbuhan ekonomi dan tingginya perekrutan di AS mendorong optimisme outlook ekonomi negara tersebut.
Indeks MSCI Asia Pacific berfluktuasi ke level 126,31 pada perdagangan Senin (7/3/2016) pukul 07.07 WIB.
Indeks Jepang Topix melemah 0,7%, indeks Korea Selatan Kospi naik 0,4%, indeks Australia S&P/ASX 200 menguat 0,9%, indeks Selandia Baru S&P/NZX 50 turun 0,1%.