KINERJA HMSP: Laba Produsen Rokok HM Sampoerna Capai Rp10,4 Triliun

Perusahaan rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, Rp519,82 triliun tersebut, membukukan total laba bersih Rp10,4 triliun, naik 1,8% dari Rp10,2 triliun pada 2014.
Sukirno | 02 Maret 2016 14:28 WIB
Kantor HM Sampoerna. - HM Sampoerna

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, Rp519,82 triliun tersebut, membukukan total laba bersih Rp10,4 triliun, naik 1,8% dari Rp10,2 triliun pada 2014.

Presiden Direktur H.M. Sampoerna Paul Janelle mengatakan perseroan mengantongi pendapatan bersih di luar cukai sebesar Rp42,1 triliun pada 2015, naik 8,9% dari Rp38,7 triliun tahun sebelumnya. Pendapatan bersih khusus kuartal IV/2015 mencapai Rp11,6 triliun, naik 11,5% dari Rp10,4 triliun year-on-year.

Sementara itu, total laba bersih yang diraup emiten berkode saham HMSP tersebut mencapai Rp2,8 triliun pada kuartal IV/2015, naik 9,6% dari Rp2,5 triliun pada kuartal IV tahun sebelumnya.

"Kinerja pangsa pasar Sampoerna yang solid pada 2015 menunjukkan kekuatan portofolio merek unggulan perusahaan," katanya dalam siaran pers, Rabu (2/3/2016).

Dia mengatakan, sebagai produsen rokok terbesar di Indonesia, Sampoerna memiliki komitmen untuk memproduksi dan memasarkan rokok berkualitas tinggi bagi perokok dewasa.

Kinerja perusahaan yang solid di pasar, katanya, mendukung tujuan penerimaan cukai pemerintah dan berkontribusi terhadap sumber penghidupan komunitas pertanian tembakau dan cengkeh di Indonesia, serta ribuan karyawan, grosir, dan peritel yang berpartisipasi dalam perdagangan tembakau.

Menurutnya, pasar rokok di Indonesia tidak menunjukkan volume pada 2015, sejalan dengan melambatnya kondisi perekonomian Indonesia. Sampoerna mempertahankan kepemimpinan di pasar rokok di Indonesia dengan pengingkatan market share sebesar 0,1 poin menjadi 35,0% pada 2015.

Kinerja dari portofolio sigaret kretek mesin (SKM), terutama Sampoerna A, Dji Sam Soe Magnum, dan Dji Sam Soe Magnum Blue, mengalami peningkatan sepanjang tahun lalu, yang mengimbangi penurunan kinerja dari portofolio sigaret kretek tangan (SKT).

Tahun lalu, H.M. Sampoerna mengklaim sebagai pembayar pajak terbesar di Indonesia mencapai Rp67 triliun. Bahkan, pada Januari 2016, Kementerian Keuangan memberikan penghargaan kepada HMSP atas kontribusi terhadap pendapatan cukai negara.

Tag : Harga Rokok, hm sampoerna, kinerja emiten
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top