Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA AMERIKA SERIKAT 18 FEBRUARI: Minyak, The Fed, dan Data Manufaktur Dorong Wall Street

Indeks Standard & Poors naik 1,65% ke level 1.926,82 meneruskan reli di hari ketiga bersama indeks Dow Jones yang ditutup menguat 1,59% ke leve; 16.453,83 pada hari perdagangan Rabu (17/2/2016)
Ilustrasi/Bloomberg
Ilustrasi/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Kombinasi kenaikan harga minyak, outlook pesimistis The Fed dan data ekonomi menjaga tren positif di bursa saham Amerika Serikat.

Indeks Standard & Poor’s naik 1,65% ke level 1.926,82 meneruskan reli di hari ketiga bersama indeks Dow Jones yang ditutup menguat 1,59% ke leve; 16.453,83 pada hari perdagangan Rabu (17/2/2016)

Sektor perbankan dan ritel, yang paling terpukul selama penurunan tajam indeks Wall Street sejak pergantian tahun, kembali memimpin penguatan. Indeks sektor perbankan telah naik 9,7% dalam 3 hari terakhir, diikuti oleh saham-saham ritel yang menguat 7,3 pada periode yang sama.

Penguatan signifikan juga terjadi di sektor otomotif dipimpin oleh Delphi Automotive Co yang naik 12% sejak Kamis pekan lalu. Adapun Freeport-McMoran telah naik 46% dalam 3 hari terakhir, rebound dari pelemahan 39% sepanjang 2016.

“Sebagian besar penurunan dalam 6 pekan tahun ini sudah berlebihan, khususnya saham perbankan. Apa ini berarti aksi jual berakhir? Tentu tidak. Namun, jelas ini adalah sinyal positif. Ada perberdaan signifkan antara persepsi dan kenyataan. Ini yang memberikan harapan dan mendorong reli,” kata Peter Dixon dari Commerzbank di London kepada Bloomberg.

Harga minyak rebound tajam setelah mengalami koreksi terbatas. Kontrak WTI diperdagangkan 5,27% ke U$30,57 per barel pada pukul 04.20 WIB, sedangkan Brent naik 6,43% ke US$34,25 per barel.

Sentimen positif juga muncul dari indikasi penundaan kenaikan Fed Fund Rate yang semakin kuat. Notula rapat The Fed Januari kemarin menunjukkan mayoritas anggota FOMC mencemaskan dampak kejatuhan harga komoditas dan anjloknya pasar finansial terhadap ekonomi Amerika Serikat. 

Para penentu kebijakan moneter Negeri Paman Sam tersebut sepakat bahwa penyesuaian suku bunga bertahap adalah cara terbai. Namun, mereka menekankan waktu dan laju penyesuaian akan bergantung pada dampak perkembangan ekonomi dan pergerakan di pasar finansial terhadap proyeksi pertumbuhan jangka menengah.

Pasar juga mengamati data ekonomi yang dirilis kemarin. Angka pembangunan rumah baru turun 3,8% menjadi 1,1 juta unit atau level terendah dalam 3 bulan. Indeks harga produsen naik 0,1% pada Januari setelah merosot 0,2% pada Desember. Adapun hasil produksi industri manufaktur AS tersurvei menguat 0,5% pada Januari, kenaikan tertajam sejak Juli 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper