Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WAKIL PRESIDEN: Pemahaman Masyarakat Tentang Pasar Saham Kurang

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemahaman masyarakat Indonesia tentang pasar saham masih kurang, sehingga kegiatan pasar saham di Tanah Air masih jauh di bawah kegiatan keuangan lainnya.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 12 November 2015  |  15:20 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemahaman masyarakat Indonesia tentang pasar saham masih kurang, sehingga kegiatan pasar saham di Tanah Air masih jauh di bawah kegiatan keuangan lainnya. - JIBI
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemahaman masyarakat Indonesia tentang pasar saham masih kurang, sehingga kegiatan pasar saham di Tanah Air masih jauh di bawah kegiatan keuangan lainnya. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA ---  Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemahaman masyarakat Indonesia tentang pasar saham masih kurang, sehingga kegiatan pasar saham di Tanah Air masih jauh di bawah kegiatan keuangan lainnya.

"Masalah utamanya adalah kekurangpahaman masyarakat akan pasar modal. Masyarakat kita belum seperti Singapura dan China, yang sebagian menganggap bursa saham itu hanya untuk masyarakat tertentu atau mungkin ditafsirkan berbahaya karena ada spekulasi," kata Wapres Kalla saat menghadiri peluncuran kampane "Yuk Nabung Saham" di Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (12/11/2015).

Pasar saham di Indonesia saat ini masih didominasi oleh perusahaan asing yang 65 persen menguasai bursa efek.

Dalam perekonomian secara luas di Indonesia, hal itu wajar terjadi. Namun untuk upaya perluasan kepemilikan saham di Tanah Air, hal itu masih kurang.

"Pasar modal kita belum semaju dengan negara kain, termasuk negara tetangga yang dekat. Sekarang ini justru dominasi asing 65 persen, artinya perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang 'go public' masih sebagian besar dari luar negeri," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad, mengharapkan dengan kampanye "Yuk Nabung Saham" tersebut meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan kegiatan jual-beli saham di bursa efek.

"Pasar modal kita masih rendah dan terkecil dari lima kegiatan jasa keuangan lainnya, seperti perbankan, asuransi, pegadaian dan dana pensiun," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, melalui Kampanye tersebut diharapkan masyarakat sebagai calon investor dapat mulai secara rutin dan berkala membeli saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla pasar saham

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top