Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat: Sentimen Global Lebih Kuat Daripada Paket Ekonomi Pemerintah

Paket kebijakan ekonomi yang baru saja diumumkan oleh Presiden Joko Widodo dinilai akan memberikan dampak positif ke pasar saham. Meski demikian, dampak tidak akan terjadi dalam waktu dekat.nn
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 09 September 2015  |  22:52 WIB
Suasana di sebuah kantor sekuritas - Endang Muchtar
Suasana di sebuah kantor sekuritas - Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Paket kebijakan ekonomi yang baru saja diumumkan oleh Presiden Joko Widodo dinilai akan memberikan dampak positif ke pasar saham. Meski demikian, dampak tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan sejumlah paket kebijakan ekonomi yang diumumkan Jokowi kemarin cukup positif. Sayangnya, dampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat sehingga dinilai akan sulit diharapkan dapat membuat kondisi pasar saham lebih baik.

“Soalnya yang paling pengaruh saat ini adalah kepastian kenaikan suku bunga bank sentral AS, faktor eksternal ini kan tiidak bisa dicegah. Belakangan pasar wait and see karena The Fed,” kata Budi saat dihubungi, Rabu (9/9/2015).

Selain itu, paket kebijakan tersebut juga diperkirakan baru wacana dan belum terlihat realisasinya. Kalau realisasi lambat, ditambah penyerapan belanja infrastruktur yang lambat, maka dampaknya akan sulit terlihat. “Kalau rencana bagus tapi realisasinya tidak bagaimana, jadi ini tergantung seberapa cepat bisa direalisasikan,” tambah dia.

Terkait dampaknya ke pasar saham dalam waktu dekat, Budi memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa positif atau naik. Namun, paling tidak sekadar rebound. “Karena supaya aliran dana bisa masuk lagi ke pasar saham, itu lebih besar faktor The Fed, juga laporan keuangan emiten kuartal III.”

Meski demikian, pasar saham juga bisa membaik apabila pemerintah tepat waktu menyerap belanja modal yang saat ini masih melambat. “Presiden harus berani membicarakan time frame kapan itu paket kebijakan terealisasi dan belanja modal digunakan secepatnya,” jelasnya.

Terkait isi salah satu paket kebijakan yang berisi peningkatan investasi di sektor properti, Budi menilai itu bisa pengaruh ke kinerja keuangan dan harga saham emiten properti. Menurutnya, kebijakan tersebut cukup bagus karena bisa memberikan efek domino di sektor lain, seperti semen, baja, dan sebagainya.

Satrio Utomo, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia mengatakan pengumuman paket kebijakan ekonomi Jokowi tersebut merupakan pemantapan atau penegasan dari wacana yang sudah pernah diumumkan sebelumnya. Mulai dari mempermudah proses investasi sehingga bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi, mempermudah perizinan, dan sebagainya.

“Ini cukup positif. Namun, sepertinya tidak berdampak banyak ke pasar saham,” kata Satrio.

Menurutnya, aliran dana asing yang keluar dari pasar saham belakangan ini disebabkan oleh ketidakpastian The Fed. Pasar masih menunggu kepastian dan perkembangan bursa global.

“Pasar akan mengikuti regional, kalau regional bagus, pasar tidak akan ada masalah. Namun positifnya paket kebijakan itu, pasar melihat pemerintah serius, ini bagus, tinggal tunggu bagaimana regional dan global menggerakkan,” tambahnya.

Marciano Herman, Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas mengatakan paket kebijakan yang diumumkan presiden tersebut sudah dinanti-nanti dan memberikan angin segar untuk perekonomian kita.

Dia menilai, sejumlah paket kebijakan itu memang harus dilakukan bukan semata-mata untuk memperbaiki kondisi perekonomian dan pasar saham saat ini, tapi memang seharusnya dilakukan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar saham
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top