Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AAA Asset Management Batal Diakuisisi

Rencana masuknya dua perusahaan investasi asing PineBridge Investment dan Farallon Capital LLC dengan mengakuisisi PT AAA Asset Management dikabarkan batal.
Suasana di sebuah kantor sekuritas/JIBI-Dwi Prasetya
Suasana di sebuah kantor sekuritas/JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA— Rencana masuknya dua perusahaan investasi asing PineBridge Investment dan Farallon Capital LLC dengan mengakuisisi PT AAA Asset Management dikabarkan batal.

Sumber Bisnis yang mengetahui kabar tersebut mengatakan pihak PT AAA Asset Management bersama PineBridge Investment telah bertemu dengan Otoritas Jasa Keuangan untuk membicarakan terkait batal masuknya perusahaan keuangan raksasa asing tersebut.

Yang saya tahu, pihak PT AAA bersama PineBridge sudah bertemu dengan OJK dan menyatakan ini batal, semuanya dengan cara baik-baik,” kata sumber tersebut, Senin (7/9).

Meski demikian, batalnya aksi tersebut tidak menutup kemungkinan PT AAA Asset Management bisa bekerja di bisnis yang lain ke depannya dengan kedua perusahaan investasi asing tersebut.

Adapun, alasan batalnya rencana akuisisi tersebut diduga lantaran diperkarakannya diperkarakannya AAA Asset Management oleh mantan Direktur AAA Sekuritas. Adapun kini, PT AAA Sekuritas sudah tidak berada di bawah nauangan AAA Investment sejak September tahun lalu. AAA Sekuritas sendiri sudah berganti nama menjadi PT Inti Kapital Sekuritas.

Untuk diketahui, mantan Direktur Utama AAA Sekuritas Theodoris Andri Rukminto baru saja bebas pada akhir Mei lalu setelah ditahan terkait laporan BPD Maluku ke Bareskrim Polri atas kasus REPO.

Namun, yang saya tahu bukan hanya petinggi AAA Asset Management yang diperkarakan, intinya PT AAA Asset management secara keseluruhan, bahkan OJK juga diperkarakan,” jelasnya.

Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK mengatakan belum bisa berkomentar terlebih dahulu. “Saya lagi di luar, belum bisa berkomentar dulu ya,” kata Nurhaida kepada Bisnis, Senin (7/9).

Sementara sebelumnya, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK Sarjito mengatakan proses rencana akuisisi tersebut masih terganjal oleh diperkarakannya salah satu petinggi di AAA Asset Management oleh mantan Direktur AAA Sekuritas.

Itu masih ada salah satu orang di AAA Asset Management yang diperkarakan sama salah satu orang AAA Sekuritas dulu. Intinya ada notice ke kami, mantan Dirut AAA Securities yang dulu memperkarakan salah satu temen yang dulu sama-sama di AAA Sekuritas,” kata Sarjito.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Investasi PT AAA Asset Management Siswa Rizali juga enggan berkomentar terkait hal tersebut. Yang jelas, katanya, bisnis manajer investasi saat ini masih dalam tahap awal sehingga jalan industri reksa dana masih sangat panjang.

Kerja sama dengan pihak manapun bisa dilakukan dalam benntuk lain. Tugas saya sebagai direktur investasi akan terus mengelola dan mengawasi portofolio,” kata Siswa saat dihubungi Bisnis, Senin (7/9).

Sebagai informasi, awalnya kedua perusahaan investasi raksasa itu akan masuk ke Indonesia dengan mengakuisisi PT AAA Asset Management.

Proses rencana masuknya PineBridge dan Farallon ke Indonesia dikabarkan sudah berlangsung selama satu tahun labih. Adapun, PineBridge Investment dan Farallon tidak ada alasan tertentu masuk ke industri manajer investasi di Indonesia. Potensi industri ini di Indonesia sangat besar, hal itulah yang menjadi alasan mereka ingin mencari untung di Indonesia.

Untuk diketahui, sekitar 2002, Farallon menjadi kendaraan Grup Djarum untuk membeli saham mayoritas di Bank Central Asia. Dana kelolaan Farallon mencapai US$19,8 miliar pada 2014. Farallon merupakan perusahaan pengelola dana investasi milik Tom Steyer, yang berdiri pada tahun 1986. Perusahaan ini berkantor pusat di San Francisco, Amerika Serikat (AS).

Sedangkan PineBridge Investments merupakan perusahaan manajer investasi yang berkantor pusat di New York. Mayoritas sahamnya dimiliki anak usaha Pacific Century Group (PCG), perusahaan investasi asal Hong Kong yang dikendalikan oleh Li Ka Shing. Per September 2014, total dana kelolaan PineBridge mencapai US$70,7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper