Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA EMERGING MARKET: Krisis Yunani Tak Pasti, Indeks MSCI Melemah

Bursa emerging-market melemah hingga hari kedelapan saat investor memantau data ekonomi terbaru sebagai acuan kapan the Fed menaikkan bunga dan kapan berakhirnya krisis utang Yunani.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Juni 2015  |  07:58 WIB
Bursa emerging markets melemahReuters
Bursa emerging markets melemahReuters

Bisnis.com, JAKARTA— Bursa emerging-market melemah hingga hari kedelapan saat investor memantau data ekonomi terbaru sebagai acuan kapan bank sentral AS the Fed menaikkan bunga dan kapan berakhirnya krisis utang Yunani.

Indeks MSCI Emerging Markets dilaporkan turun 0,4% ke 995,83 .

“Ada alasan bagi emerging market untuk khawatir,” ujar Michael Ganske, head of emerging markets Rogge Global Partners Plc sebagaimana dikutip Bloomberg, Kamis (4/6/2015).

Dikemukakan adanya ketidakpastian soal Yunani,kekhawatiran kenaikan Fed Rate, pasar juga menyoroti  instabilitas di Ukraina, sehingga membuat posisi pasar ragu.

Delapan dari 10 kelompok industri pada Indeks MSCI Emerging Markets melemah. Pelemahan itu dipimpin oleh perusahaan sektor layanan kesehatan. 

Indeks Ibovespa dilaporkan melemah 1,3% di Sao Paulo sekaligus mengakhiri penguatan selama dua hari. Indeks FTSE/JSE Africa All Share turun selama 11kali dalam 12 sesi perdagangan di Johannesburg. Sedangkan Indeks Hang Seng China Enterprise turun 0,6%.

Indeks bursa Shanghai ditutup saat terjadi fluktuasi yang bergerak antara naik dan turun tipis sedikitnya 15 kali. Sedangkan Indeks S&P BSE Sensex melemah 1,3% di Mumbai.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Utang Yunani emerging market
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top