Prediksi IHSG : Aksi Jual Bersih Masih Terus Berlanjut

Investor asing diprediksi masih akan melakukan aksi jual pada perdagangan Rabu (18/3) seiring semakin tingginya risiko investasi di Indonesia. Aksi net sell diprediksi masih akan terjadi hingga tengah tahun.
Riendy Astria | 17 Maret 2015 19:46 WIB
Papan elektronik menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA- Investor asing diprediksi masih akan melakukan aksi jual pada perdagangan Rabu (18/3) seiring semakin tingginya risiko investasi di Indonesia. Aksi net sell diprediksi masih akan terjadi hingga tengah tahun.

Pada penutupan perdagangan hari ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 0,07% ke level 5.439,15 setelah bergerak pada kisaran 5.431,80—5.464,02. Dari 507 saham yang terdaftar di Bloomberg, 162 saham naik, 117 saham bergerak turun, dan 228 saham stagnan.

Adapun, tren aksi jual investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berlanjut. Rekapitulasi perdagangan BEI menyebutkan investor asing mencatatkan volume penjualan bersih sekitar 159,38 juta lembar saham dengan nilai penjualan bersih sekitar Rp682,98 miliar.

Hans Kwee, VP PT Quant Kapital Investama mengatakan risiko investasi di Indoenesia saat ini kian tinggi. Salah satunya lantaran nilai tukar rupiah yang terus melemah yang membuat asing keluar dari pasar. “Selain memang asing sedang balancing portofolio menghadapi The Fed, Indonesia saat ini memang agak mahal sehingga ada risiko dana bergerak ke negara maju dulu seperti Amerika Serikat (AS) dan Euro,” kata Hans saat dihubungi Bisnis, Selasa (17/3).

Adapun, sebenarnya rilis data ekonomi dalam negeri mulai membaik. Namun, pelemahan rupiah tidak menguntungkan saat ini.

Ekspor Indonesia komoditas, sedangkan impor Indonesia bahan baku dan barang modal, sehingga risiko dalam negeri juga meningkat. Risiko investasi asing, selain produk juga nilai tukar.”

Dia menilai, asing masih akan net sell pada perdagangan Rabu (18/3). Laju indeks sudah bergerak cukup tinggi sehingga asing memilih keluar dulu. Meski masih net sell, dia memprediksi aksi jual masih akan terbatas seiring adanya rapat pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) malam ini.

Apa yang mereka sampaikan akan memengaruhi. Data AS sedikit melambat dan harga minyak rendah, AS masih akan deflasi. Mungkin mereka akan sabar dulu sampai tengah tahun.”

Oleh sebab itu, dia menilai asing masih akan net sell hingga tengah tahun tapi relatif terbatas. Selain itu, paket kebijakan ekonomi pemerintah juga tidak begitu direspons oleh pasar.

 

Tag : IHSG
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top